Berita

Politik

Operasi Senyap Tim Siluman Jokowi Rebut PDIP Diyakini Bakal Gagal

SENIN, 23 MARET 2015 | 18:32 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Penggalangan opini dan operasi senyap yang dilakukan tim siluman Jokowi untuk merebut PDIP diyakini akan gagal. Kongres banteng moncong putih 9 April nanti di Bali pun akan menetapkan Megawati Seokarnoputri sebagai Ketua Umum PDIP.

"Tidaklah mudah menggoyang Megawati dari posisi orang nomor satu di PDIP. Sampai saat ini dari pengamatan dan penelitian kami hampir 91 persen kader PDIP kecewa dengan Jokowi," kata Direktur Eksekutive Indonesia Development Monitoring, Fahmi Hafel dalam surat elektronik kepada redaksi, Senin (23/3).

Menurut dia kekeckewaan kader PDIP terhadap Jokowi muncul karena dianggap kurang mengakomodir kader PDIP di pemerintahan. Bukan hanya itu, Jokowi makin menjaga jarak dengan PDIP setelah dilantik jadi Presiden.


"Kader PDIP juga menilai banyak kebijakan Jokowi yang melenceng dari garis partai, semangat Trisakti dan Nawacita. Jokowi dianggap tidak berpihak pada wong cilik," papar Fahmi.

Operasi senyap tim siluman Jokowi antara lain dilakukan melalui penggalangan opini dan survei yang seolah-olah menempatkan Jokowi di urutan teratas sebagai tokoh yang layak dan diinginkan publik memimpin PDIP. Ini dilakukan untuk mengubah pandangan kader PDIP pemilik suara dalam kongres nanti.

Operasi senyap juga dilakukan oleh tim siluman Jokowi dengan mempengaruhi pimpinan PDIP di daerah agar mereka mendukung Jokowi sebagai Ketua Umum PDIP pada Kongres nanti dengan iming-iming dimajukan sebagai calon kepala daerah.

Karena itulah, kata Fahmi, Megawati harus waspada terhadap manuver tim siluman Jokowi. Untuk menjaga kongres tidak gaduh dan memutuskan Megawati sebagai orang nomor satu di PDIP maka sebaiknya Jokowi tidak diundang ke kongres. Apalagi Jokowi juga tidak punya hak suara dalam memilih Ketua Umum PDIP.

"Dan Megawati juga sebaiknya mulai memunculkan lebih banyak lagi trah Sukarno seperti Puti Guntur Soekarnoputra dan Prananda Prabowo dalam jajaran elite PDI Perjuangan untuk mulai berkecimpung secara aktif," tukas Fahmi.[dem]

Populer

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

UPDATE

Realisasi Pendapatan Perparkiran di Jakarta Memble

Senin, 10 Agustus 2026 | 04:21

Keluarga Sutrimo Tak Lagi Pasrah soal Penyebab Kematian Karumga Febrie

Senin, 10 Agustus 2026 | 04:18

Rp4,1 Triliun BOS Madrasah dan BOP RA Tahap II segera Cair

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:36

Penjarahan dan Keruntuhan Kota Roma, 410 M

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:16

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

Pancasila Dasar Negara Kita

Senin, 10 Agustus 2026 | 02:43

Rudy Tanoe Bantah Mangkir Panggilan KPK

Senin, 10 Agustus 2026 | 02:16

Waspada Banjir Rob Rendam Kawasan Pesisir Jateng

Senin, 10 Agustus 2026 | 02:00

Dibuka Sayembara Rp100 Juta untuk Ijazah SMA Gibran

Senin, 10 Agustus 2026 | 01:28

Zikir Kebangsaan di Istiqlal

Senin, 10 Agustus 2026 | 01:08

Selengkapnya