Berita

Refly Harun

Wawancara

WAWANCARA

Refly Harun: Kalau Ahok Benar Kita Dukung, Yang Kotor Gebukin Ramai-ramai

SELASA, 17 MARET 2015 | 10:31 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Polemik DPRD dengan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tidak bakal menemukan solusi untuk menuntaskan APBD2015.

Sebab, target DPRD DKI Jakarta ingin menjatuhkan Ahok. Sedangkan bekas Bupati Bangka Belitung itu ingin membuka kasus korupsi di Kebon Sirih.

"Kalau targetnya seperti itu, maka tidak pernah bisa mencari solusi soal APBD DKI Jakarta," tegas pakar hukum tata negara, Refly Harun, kepada Rakyat Merdeka, kemarin.


Menurut Refly, masalah DPRD dan Ahok bukan sekadar hak angket, melainkan ada mua­tan politis. Maka tidak mengher­ankan jika 106 anggota DPRD membubuhkan tandatangan sebagai dukungan hak angket.

"Hak angket ini bukan cuma soal anggaran sih. Tapi juga soal politik. DPRD beranggapan Ahok jatuh dalam ka­sus APBD ini," papar Refly. Berikut kutipan selengkapnya:

Bagaimana kalau keduanya tidak kompromi?
Kalau keduanya tidak bisa kompromi tentu yang dirugikan adalah rakyat Jakarta. Kompromi yang dimaksud itu untuk kebai­kan, bukan untuk melakukan korupsi.

Menurut saya kalau memang ada pelanggaran hukum, ada indikasi korupsi, maka diprosessaja oleh penegak hukum.

Kalau soal APBD?
APBD DKI Jakarta itu harus segera diselamatkan. Gubernur DKI Jakarta dan DPRD harus bisa mencapai kesepakatan soal itu. Kalau tidak bisa, berarti menggunakan APBD tahun lalu agar penganggaran tidak ter­hambat.

Hak angket itu layak nggaksih?
Saya mengatakan angket itu harus jelas, terhadap dugaan hu­kum apa. Kalau angketnya tidak jelas, maka tidak layak.

Barangkali ini bermuatan politik?
Tentu ada muatan politik itu, ma­ka harus jelas untuk apa hak ang­ket itu. Sebab, sebagain anggotaDPRD ingin Ahok dijatuhkan. Saya menilai ada kesan seperti itu. Ahok itu pasti diincar terus.

Kalau targetnya menjatuh­kan Ahok?

Memang targetnya menjatuhkan Ahok. Kalau targetnya seperti itu, maka tidak pernah bisa ketemu mencari solusi soal APBD DKI Jakarta. Apalagi Ahok inginmembuka kasus korupsi,sehingga nggak baka­lan ketemu.

Harusnya bagaimana?
Kalau kita logika begini, yang penting mendukung yang benar. Kalau Ahok benar, ya harus kita dukung. Yang kotor harus digebukin ramai-ramai.

Apa sikap Mendagri sudah benar menyikapi polemik DPRD dengan Gubernur DKI Jakarta itu?
Kalau mereka (DPRD dan Gubernur) tidak bisa diketemu­kan lagi untuk APBD itu, apa boleh buat, terpaksa menggunakan APBD tahun lalu. Itu kan aturan. Sudah benar sikap Mendagri tersebut.

Yang penting proses pen­ganggaran harus berjalan cepat. Belanja-belanja tidak boleh ber­henti. Pembangunan harus terus dilaksanakan. Nggak masalah meski menggunakan anggaran tahun lalu. ***

Populer

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Prabowo Berpeluang Digeruduk Demo Besar Usai Lebaran

Rabu, 11 Maret 2026 | 06:46

Fahira Idris Dukung Pelarangan Medsos Buat Anak di Bawah 16 Tahun

Minggu, 08 Maret 2026 | 01:58

Golkar Berduka, Putri Akbar Tandjung Wafat

Rabu, 11 Maret 2026 | 15:27

UPDATE

Forum IPEM 2026 Momentum Penting Perkuat Diplomasi Energi

Kamis, 19 Maret 2026 | 00:08

Polres Metro Tangerang Kota Ungkap 14 Kasus Curas Sepanjang Ramadan

Rabu, 18 Maret 2026 | 23:45

Negara Bisa Menjadi Totaliter Lewat Teror dan Teknologi

Rabu, 18 Maret 2026 | 23:28

Pengungkapan Pelaku Teror Air Keras Bukti Ketegasan Prabowo

Rabu, 18 Maret 2026 | 23:10

YLBHI: Ada Pola Teror Berulang terhadap Aktivis hingga Jurnalis

Rabu, 18 Maret 2026 | 22:51

Observatorium Bosscha: Hilal 1 Syawal Tipis di Ufuk Barat

Rabu, 18 Maret 2026 | 22:32

TNI-Polri Harus Kompak Bongkar Teror Air Keras Aktivis KontraS

Rabu, 18 Maret 2026 | 22:10

Umat Hindu Semarang Gelar Tawur Agung Kesanga Sambut Nyepi Saka 1948

Rabu, 18 Maret 2026 | 21:56

YLBHI Minta Kasus Air Keras Andrie KontraS Disidang di Peradilan Umum

Rabu, 18 Maret 2026 | 21:40

Kinerja Cepat Polri Ungkap Kasus Penyiraman Air Keras Tuai Apresiasi

Rabu, 18 Maret 2026 | 21:11

Selengkapnya