Berita

Aziz Syamsuddin

Wawancara

WAWANCARA

Aziz Syamsuddin: Menkumham Ngeyel, Sekarang Tinggal Di-Angket-Kan Saja…

SELASA, 17 MARET 2015 | 09:45 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Peran kontrol DPR saat ini nyaris tak mempan lagi untuk membenahi institusi penegak hukum. Makanya kondisinya amburadul seperti ini.

 Untuk tataran menteri saja, sulit wakil rakyat mengontrol­nya. Apalagi di tingkat Presiden. Makanya saat Menkumham mengesahkan kepengurusan Partai Golkar kubu Agung Laksono, DPR tak bisa mencegahnya.

"Menkumham mengeluarkan surat itu, apa yang mau dikon­trol. Wong dengan Menkumham saja susah kita, apalagi peja­bat di atasnya," tegas Ketua Ketua Komisi III DPR Aziz Syamsuddin, kepada Rakyat Merdeka, kemarin.


Berikut kutipan selengkap­nya;

Jadi hak angket bagian dari opsi kontrol DPR?
Tinggal opsi itu (hak angket) yang bisa dilakukan DPR untuk meluruskan ketimpangan ini. Menkumham sudah dikasih tahu, tapi masih ngotot begitu. Maka tinggal di-angket-kan saja.

Apa itu bisa berhasil?
Tentu bisa. Soalnya, Prof Muladi selaku Ketua Mahkamah Partai Golkar dengan gamb­lang telah menyatakan dalam sidang tersebut, tidak ada kubu tertentu yang dimenangkan. Ini artinya, pemerintah tidak boleh mengesahkan kepengurusan satu kubu.

Anda menilai Menkumham tidak fair?
Ini bukan masalah fair atau tidak fair, tapi ini masalah hu­kum.Yang didasari Menkumham itu salah penafsiran.

Bukankah Mahkamah Partai dalam amar putusan­nya menerima gugatan kubu Agung, dan meminta mereka melakukan rekonsiliasi?
Kan sudah dibantah sama Prof Muladi selaku Ketua Mahkamah Partai.

Apa pengajuan hak angket itu nantinya bisa menyelesai­kan masalah?
Begini, materi hak angket itu belum saya baca. Begitu juga substansinya apa, saya juga belum tahu.

Apa Anda sudah diajak atau disurati untuk merapat ke kubu Agung?

Belum.

Bagaimana komunikasi den­gan pendukung kubu Agung selama ini?
Kita kan sama-sama Golkar, kita bagus-bagus saja sih se­lama ini.

Kubu Agung segera mengambil alih persiapan Pilkada?
Ini kan masih proses hukum. Proses hukumnya masih mau sidang.

Maksudnya kasasi?
Ya.

Bagaimana peluang me­nangkan kasasi itu?
Mana saya tahu, itu kan we­wenang hakim. Yang diharap­kan sih konflik ini ada jalan tengah, sehingga bisa memper­siapkan Pilkada yang dimulai April mendatang.

Jalan tengah seperti apa?
Ya mudah-mudahan nanti ada titik temu antara kubu yang berdasarkan hasil Munas Ancol dengan kubu yang berdasarkan Munas Bali. Sama-sama Golkar kok, yang penting jangan mau diadu sama partai-partai lain. Sama oknum lain, itu saja.

Partai atau oknum mana yang mengadu-adu?
Ya, nggak tahu. Saya sih ng­gak merasa.

O ya, soal calon Kapolri, sejauh mana pembicaraannya di Komisi III DPR?
Nanti 23 Maret 2015 dibahas.

Apa sudAh ada ko­munikasi dengan Presiden dan pimpinan DPR?
Secara pelan-pelan sudah, tapi secara serius sih belum. Nanti saja setelah dibahas usulan itu.

Akan menerima atau ada opsi lain?
Nanti setelah 23 Maret ya. ***

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Prabowo Bidik Produksi Sedan Listrik Nasional Mulai 2028

Kamis, 09 April 2026 | 16:15

Program Magang Nasional Tidak Tersentuh Efisiensi

Kamis, 09 April 2026 | 15:56

BGN Siap-siap Dicecar DPR soal Pengadaan Motor Listrik MBG

Kamis, 09 April 2026 | 15:41

Gedung Kementerian PU Mendadak Digeledah Kejati DKI

Kamis, 09 April 2026 | 15:33

Gibran Dukung Hakim Ad Hoc di Persidangan Andrie Yunus

Kamis, 09 April 2026 | 15:21

Purbaya Sebut World Bank Salah Hitung soal Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Kamis, 09 April 2026 | 15:19

Prabowo Dorong VKTR Jadi National Champion Industri Otomotif RI

Kamis, 09 April 2026 | 15:08

Jalan Merangkak Demokrasi Indonesia

Kamis, 09 April 2026 | 15:01

Gibran Ajak Deddy Sitorus Sama-sama Berkantor di IKN

Kamis, 09 April 2026 | 14:37

Susun RUU Ketenagakerjaan, Kemnaker Serap Aspirasi 800 Serikat Buruh

Kamis, 09 April 2026 | 14:30

Selengkapnya