Berita

Fadjroel Rachman

Wawancara

WAWANCARA

Fadjroel Rachman: Enak Saja, Uang Negara Dipakai Untuk Kepentingan Partai Politik

SABTU, 14 MARET 2015 | 06:55 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo dinilai melempar wacana tak masuk akal. Pembi­ayaan partai politik (parpol) Rp 1 triliun per parpol per tahun sangat menyakitkan hati rakyat.

Wacanaini langsung diten­tang keras aktivis antikorupsi. Sebab, tidak pas menghambur-hamburkan uang negara untuk parpol di saat rakyat sedang kesulitan.

"Kami dari antikorupsi tidak setuju wacana pemberian dana Rp 1 triliun dari APBN kepada parpol setiap tahun," tegas aktivis antikorupsi, Fadjroel Rachman, kepada Rakyat Merdeka, di Jakarta, kemarin.


Wacana tersebut, lanjut Fadjroel, sangat menyakitkan rakyat. Di saat sedang sulit seka­rang ini kenapa diwacanakan bagi-bagi uang negara kepada parpol.

"Kapan rakyat senang kalau begitu. Lebih bagus diguna­kan untuk kepentingan rakyat, sepertimembangun infrastruktur dan lainnya," papar Fadjroel.

Berikut kutipan selengkapnya:

Apa yang Anda tangkap dari wacana itu?

Kebanyak parpol kita sudah berpuluh tahun berdiri kan. Kalau lahir dari reformasi usian­ya 17 tahun. Kok belum bisa mandiri dalam keuangan.

Makanya kalau mau jadi poli­tisi harus punya duit dulu, sehinggatidak menggunakan peluanguntuk memperkaya diri.

Pertanyaan besarnya adalah apakah orang-orang ini mampu berpartai atau tidak sih. Kalau organisasi didirikan kan anggota membayar iuran atau segala macam. Bukan harus memakai uang dari negara.

Saya berharap wacana ini tidak menjadi kenyataan. Enak saja, uang negara dipakai untuk kepentingan parpol.

Menurut Anda parpol dibiayai dari mana?
Dari anggotanya, sehingga parpol menjadi sehat. Tidak perlu dibiayai pemerintah. Ini kan sama seperti pemerintah Orde Baru. Kalau disuapi seperti itu, kapan parpol menjadi dewasa.

Sebaiknya dana itu untuk apa?

Alangkah baiknya untuk keperluan rakyat banyak. Masak (dana parpol) dari uang negara terus sih. Sudah saatnya parpol belajar mandiri.

Berapa idealnya parpol di Indonesia?
Tidak mudah sekarang mem­buat partai karena persyaratan­nya berat. Makanya sudah ban­yak yang berguguran. Ke depan perlahan-lahan parpol akan tinggal enam atau lima saja.

Paling ideal kalau bisa seperti di Amerika Serikat hanya dua. Bisa juga tiga, ada kekuatan independen.

Tadi Anda bilang, seharus­nya politisi itu mapan secara ekonomi dulu, sekarang ba­gaimana?
Anda kan tahu sendiri, men­jadi politisi itu niatnya bu­kan untuk mengabdi kepada negara, tapi untuk memper­kaya diri.

Mungkin ke depan nanti orang masuk parpol hanya in­gin membaktikan dirinya untuk negara.

Kalau mau kaya, saatnya menjadi pengusaha. Republik ini memerlukan pengusaha sebanyak tujuh persen dari popu­lasinya.
 
Sementara sekarang ini kurang dari satu persen. Daripada uang itu digunakan untuk membentuk politisi, lebih baik membentuk pengusaha. ***

Populer

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Prabowo Berpeluang Digeruduk Demo Besar Usai Lebaran

Rabu, 11 Maret 2026 | 06:46

Fahira Idris Dukung Pelarangan Medsos Buat Anak di Bawah 16 Tahun

Minggu, 08 Maret 2026 | 01:58

Golkar Berduka, Putri Akbar Tandjung Wafat

Rabu, 11 Maret 2026 | 15:27

UPDATE

Forum IPEM 2026 Momentum Penting Perkuat Diplomasi Energi

Kamis, 19 Maret 2026 | 00:08

Polres Metro Tangerang Kota Ungkap 14 Kasus Curas Sepanjang Ramadan

Rabu, 18 Maret 2026 | 23:45

Negara Bisa Menjadi Totaliter Lewat Teror dan Teknologi

Rabu, 18 Maret 2026 | 23:28

Pengungkapan Pelaku Teror Air Keras Bukti Ketegasan Prabowo

Rabu, 18 Maret 2026 | 23:10

YLBHI: Ada Pola Teror Berulang terhadap Aktivis hingga Jurnalis

Rabu, 18 Maret 2026 | 22:51

Observatorium Bosscha: Hilal 1 Syawal Tipis di Ufuk Barat

Rabu, 18 Maret 2026 | 22:32

TNI-Polri Harus Kompak Bongkar Teror Air Keras Aktivis KontraS

Rabu, 18 Maret 2026 | 22:10

Umat Hindu Semarang Gelar Tawur Agung Kesanga Sambut Nyepi Saka 1948

Rabu, 18 Maret 2026 | 21:56

YLBHI Minta Kasus Air Keras Andrie KontraS Disidang di Peradilan Umum

Rabu, 18 Maret 2026 | 21:40

Kinerja Cepat Polri Ungkap Kasus Penyiraman Air Keras Tuai Apresiasi

Rabu, 18 Maret 2026 | 21:11

Selengkapnya