FC Porto memasÂtikan diri tampil di babak perempat-final Liga Champions setelah meraih hasil positif saat menÂjamu Basel 4-0 pada leg kedua 16 besar Liga Champions di Dragao Stadium, Rabu (11/3).
Meski tidak diperkuat mesin gol mereka di musim ini, JackÂson Martinez lantaran cedera pada pangkal paha, tapi Porto tidak kehilangan kedigdayaanÂnya. Mereka mampu melangkah gagah ke perempat-final Liga Champions dengan hasil ungÂgul 5-1 secara agregat karena di pertemuan pertama di kandang Basel bisa memaksakan skor imbang 1-1.
Namun kemenangan ini belum membuat Porto puas. Sang gelanÂdang, Hector Herrera, sejak awal menargetkan timnya untuk tampil di final Liga Champions.
"Kami tak hanya berpikir tentang perempat-final, kami berÂpikir tentang mencapai final. Di Liga Champions, semua tim bisa mengejutkan Anda," ujarnya pada Record.
"Kami harus terus bermain seperti ini mungkin harus meningkat untuk bertahan di komÂpetisi," lanjutnya.
Dalam laga tersebut gol pemÂbuka Porto berawal dari pelangÂgaran di depan kotak penalti Basel. Brahimi sukses mengekÂsekusi tendangan bebas yang sulit ditahan Vaclik. Skor 1-0 untuk tim tuan rumah.
Porto kembali menambah pundi-pundi golnya pada menit 47 lewat tendangan mengejutkan dari Herrera. Usaha tim tamu unÂtuk mengejar ketertinggalannya semakin sulit setelah di menit 56 Casemiro memperbesar kemeÂnangan Porto menjadi 3-0.
Pada menit ke-75 Aboubakar menutup kemenangan Porto menjadi 4-0 setelah melesakkan bola ke sudut gawang Basel leÂwat skema serangan balik cepat dari lini tengah. Selain menganÂtarkan FC Porto ke perempatfiÂnal, laga ini juga membuat rakÂsasa Portugal belum terkalahkan di Liga Champions musim ini.
Porto lolos dari Grup H dengan catatan empat kemenangan dan dua hasil imbang tanpa pernah kaÂlah. Catatan buruk mereka di grup tersebut didapat ketika bermain imbang dua kali dengan Shakhtar Donetsk, masing-masing dengan skor 2-2 dan 1-1.
Tim besutan Julen Lopetegui tersebut pun lolos dengan status juara Grup H. Mereka kemudian bertemu dengan Basel di babak perempatfinal.
"Kami langsung tancap gas seÂjak awal. Kami tahu bahwa kami harus bermain dengan 100 persen emosi, 100 persen fokus, dan 100 persen keseimbangan," ujar HécÂtor Herrera dikutip
Reuters.Sementara, Basel harus mengubur mimpinya untuk bertahan di kompetisi.
Pelatih basel, Paulo Sousa mengaku timnya bermain di bawah standar. Raksasa Swiss tersebut kalah 5-1 via agregat, tapi pelatih mereka yakin hasil ini akan berbeda jika mereka berada di performa puncak.
"Saya kecewa dengan hasil ini. Porto memiliki banyak kualitas. Tapi, kami tak berada dalam konÂdisi terbaik di kedua laga, kami tak sama dengan periode Oktober, November, dan Desember. Kalau saja sama, hasil buruk ini takkan terjadi," ujar Sosa kepada
BBC Sport. ***