Berita

foto: rmol

Politik

Ini Cara Jitu Rizal Ramli Memulihkan Citra Jokowi

SELASA, 10 MARET 2015 | 08:24 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Ekonom senior DR. Rizal Ramli termasuk pihak yang kaget melihat citra Presiden Joko Widodo anjlok dalam waktu singkat.

Menurut mantan Menko Perekonomian itu, ada dua hal yang harus segera dilakukan Jokowi untuk mengembalikan dukungan rakyat kepada dirinya pada posisi semula.

Kedua hal itu adalah, pertama membuktikan kepada masyarakat kelas bawah bahwa Jokowi memiliki kemampuan mewujudkan ekonomi Trisakti, dan kedua membuktikan kepada kelompok aktivis dan intelektual bahwa dirinya memiliki komitmen yang kuat dalam penegakan hukum dan pemberantasan korupsi.


"Sejauh ini nyaris semua kebijakan ekonomi pemerintahan Jokowi menyenangkan golongan investor, bond holder dan pemegang surat utang Indonesia. Tetapi di sisi lain membuat rakyat kecil semakin susah," kata Rizal Ramli dalam perbincangan dengan redaksi pagi ini (Selasa (10/3).

"Beras miskin dihapus, harga migas dinaikkan. Ini menggeogoti kesejahteraan kelas menengah bawah," sambungnya.

Rizal Ramli mengkritik tim ekonomi Jokowi yang terkesan hanya punya satu cara untuk memperbaiki perekonomian nasional, yakni dengan menaikkan harga barang kebutuhan publik.

Padahal, kalau harga public utility dinaikkan, Indonesia tidak akan kompetitif. Justru seharusnya harga public utility diturunkan agar Indonesia menjadi kompetitif di Asia.

Rizal Ramli mencontohkan manuver yang dilakukannya saat dipercaya menjadi Komisaris Semen Gresik dalam waktu yang relatif singkat. Caranya dengan menurunkan biaya produksi semen sebesar 8 dolar AS per ton. Dari kebijakan ini, Semen Gresik bisa menghemat Rp 1,5 triliun dan akhinya mampu membeli pabrik semen di Thailand.

Selain itu, di dalam urusan penegakan hukum dan pemberantasan korupsi pun Jokowi terlihat tidak tegas dan tidak sungguh-sungguh.

Ini semua berawal dari keputusan Jokowi mencalonkan Komjen Budi Gunawan sebagai Kapolri, yang disambut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan menetapkan orang dekat Megawati Soekarnoputri itu sebagai tersangka kasus gratifikasi.

Jokowi memang telah membatalkan pencalonan BG, tetapi tiga Plt pimpinan KPK yang ditunjuknya tidak kunjung memgembalikan kepercayaan publik.

"Kedua faktor ini bergabung jadi satu sehingga citra Pak Jokowi merosot cepat," masih kata Rizal Ramli. [dem]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

UPDATE

Fakta Sidang Blueray Cargo: Kode BC1 Mengarah ke Djaka Budi Utama

Senin, 15 Juni 2026 | 18:15

Anak Buah Bahlil Irit Bicara Usai 7 Jam Diperiksa KPK

Senin, 15 Juni 2026 | 18:08

KPU Patok Anggaran Rp4,6 Triliun di Tahapan Awal Pemilu 2029

Senin, 15 Juni 2026 | 17:59

IHSG-Rupiah Menguat Sore Ini Usai AS-Iran Sepakat Damai

Senin, 15 Juni 2026 | 17:47

Demo Mahasiswa Ucapkan Selamat Atas Kegagalan Prabowo-Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 17:46

Wapres Gibran Terima Perwakilan Mahasiswa di Tengah Unjuk Rasa

Senin, 15 Juni 2026 | 17:23

Sifra Kejar Cita-cita di Sekolah Rakyat Demi Bantu Orang Tua Disabilitas

Senin, 15 Juni 2026 | 17:19

Demi Kepercayaan Masyarakat, Mahasiswa UBK Desak MBG Dihentikan

Senin, 15 Juni 2026 | 17:06

Komisi II DPR: KPU dan Bawaslu akan Tetap Eksis di 2027

Senin, 15 Juni 2026 | 16:47

DPR Minta Kejagung Tingkatkan Anggaran Perkara untuk Kejati dan Kejari

Senin, 15 Juni 2026 | 16:47

Selengkapnya