Berita

Sutiyoso

Wawancara

WAWANCARA

Sutiyoso: Kita Tunggu Saja Siapa yang Dipilih Presiden Menjadi Calon Kepala BIN

SENIN, 09 MARET 2015 | 08:18 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Sebelum konflik KPK-Polri, sempat beredar kabar pen­calonan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) akan dilakukan berbarengan dengan calon Kapolri.
Namun hingga kini tidak ter­dengar lagi kabar pembahasan mengenai calon orang pertama di BIN tersebut.

Menanggapi hal itu, Ketua Umum Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Sutiyoso yang disebut-sebut sebagai calon Kepala BIN men­gatakan, hak prerogatif Presiden Jokowi kapan dibahas mengenai calon Kapolri.

"Kita tunggu saja siapa yang dipilih Presiden menjadi calon Kepala BIN," kata Sutiyoso kepada Rakyat Merdeka yang di­hubungi via telepon, kemarin.

"Kita tunggu saja siapa yang dipilih Presiden menjadi calon Kepala BIN," kata Sutiyoso kepada Rakyat Merdeka yang di­hubungi via telepon, kemarin.

Sebelumnya Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Tedjo Edhy Purdijatno menyebutkan, Sutiyoso menjadi kandidat calon kepala BIN bersama dengan tiga orang lainnya, yaitu politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Tubagus Hasanuddin, mantan Wakil Kepala BIN As'ad Ali, dan man­tan Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin.

Berikut wawancara seleng­kapnya dengan Sutiyoso;

Anda disebut-sebut sebagai calon Kepala BIN dan sebagai pemimpin parpol pendukung pemerintah, masak nggak tahu perkembangan pencalo­nan itu?
Saya sungguh tidak tahu ke­napa Presiden Jokowi belum memilih calon Kepala BIN. Kita tunggu saja.

Apa Presiden khawatir bisa terjadi konflik lagi setelah pencalonan itu?

Saya sungguh tidak tahu ini. Benar tidak tahu apa penyebab­nya belum memilih calon Kepala BIN.

Nama Anda disebut-sebut sebagai calon kepala BIN, apa komentarnya?
Ya memang, tapi banyak juga kan calonnya. Kalau dipercaya, ya terima kasih. Tentu akan per­buat apa yang saya bisa. Tapi itu kan semua tergantung Presiden. Kita lihat saja nanti.

Kalau dipercaya menjadi Kepala BIN, apa yang akan dijalankan?

Lihat nantilah.

Kriteria untuk menjadi Kepala BIN itu harus apa sih?
Yang pasti harus mempunyai latar belakang intelijen.

Apa hanya itu?
Ini ruang lingkupnya sangat luas, sehingga calon Kepala BINharus pandai berkomunikasi dengan banyak pihak.

Apakah KIH masih kompak mendukung Presiden?
KIH kompak sekali, tidak terpecah dalam menyikapi ke­bijakan Presiden.

Tapi Presiden masih meminta pendapat KIH dalam mengam­bil kebijakan yang strategis?
Ya, kita memberikan saran, pendapat dan masukan kepada Presiden. Tapi itu semua tergantung kepada Presiden. Sebab, beliau me­mutuskan kebijakan tersebut.

Bagaimana Kegiatan KIH?
Kita sering silaturahmi, seki­tar satu bulan sekali rapat, dan tempatnya bergantian di tempat kita masing-masing. Itu permint­aan Mbak Mega.

Bukankah Mega sibuk menyiapkan Kongres PDI Perjuangan?
Ya, Mbak Mega memang sering ke Bali untuk menyiap­kan kongres PDI Perjuangan. Meski begitu komunikasi kita tetap solid.

O ya, sekarang marak soal pembegalan nih, komentar Anda?
Kini mereka makin berani. Kepolisian jangan ada kom­promi lagi lah gitu. Kita harus melakukan tindakan tegas yang konkrit yang tegas.

Apa perlu Bantuan TNI?
Bisa saja TNI diminta mem­bantu Kepolisian jika memang diperlukan.

Masyarakat resah dengan kasus pembegalan itu, kenapa Kepolisian nggak bisa tuntas menanganinya?

Saya kira Kepolisian lebih serius lagi menangani kasus itu. Lakukan tindakan nyata dan pencegahan di tempat-tempat rawan. Tentu itu dilakukan secara terbuka maupun secara tertutup. ***

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

UPDATE

IPW Dinilai Tidak Netral soal Evaluasi Pelaku Tambang Nikel

Jumat, 06 Februari 2026 | 23:47

Megawati Kirim Bunga Buat HUT Gerindra sebagai Tanda Persahabatan

Jumat, 06 Februari 2026 | 23:33

Tiga Petinggi PN Depok dan Dua Pimpinan PT Karabha Digdaya Resmi jadi Tersangka

Jumat, 06 Februari 2026 | 23:13

Reaksi Menkeu Purbaya Ada Anak Buah Punya Safe House Barang Korupsi

Jumat, 06 Februari 2026 | 22:37

Gerindra Sebar Bibit Pohon Simbol Keberlanjutan Perjuangan

Jumat, 06 Februari 2026 | 22:25

Gus Yusuf Kembali ke Dunia Pesantren Usai Mundur dari PKB

Jumat, 06 Februari 2026 | 22:15

Bahlil Siap Direshuffle Prabowo Asal Ada Syaratnya

Jumat, 06 Februari 2026 | 22:12

Dasco Jaga Kenegarawanan Prabowo dari Ambisi Jokowi

Jumat, 06 Februari 2026 | 22:05

PDIP Tak Masalah PAN dan PKB Dukung Prabowo Dua Periode

Jumat, 06 Februari 2026 | 21:53

KPK Dikabarkan Sudah Tetapkan 5 Tersangka OTT Depok

Jumat, 06 Februari 2026 | 21:29

Selengkapnya