Berita

net

Konservasi Karya Seni Pertahankan Jati Diri Bangsa

MINGGU, 08 MARET 2015 | 22:25 WIB | LAPORAN:

Setelah mendukung upaya konservasi melalui restorasi beberapa lukisan karya Raden Saleh yang merupakan awal seni lukis modern Indonesia, Yayasan Arsari Djojohadikusumo (YAD) menggalang upaya konservasi dalam pelestarian karya seni lukis tradisional yang ada di Kerthagosa, Klungkung, Bali.

"Bangsa Indonesia, sejak lama membuktikan diri sebagai bangsa yang mempunyai kemampuan karya seni dan nilai budaya tinggi. Melestarikannya merupakan sebuah tindakan memelihara dan mengembalikan martabat bangsa ini," kata ketua YAD Hashim Djojohadikusumo di Galeri Nasional, Jakarta (Minggu (8/3).

Menurutnya, konservasi lukisan merupakan bagian dari kegiatan pelestarian kekayaan pusaka budaya bangsa Indonesia sehingga YAD bertekad dan mengajak semua pihak untuk terus meningkatkan kegiatan konservasi karya seni lukis Indonesia, baik dalam kuantitas maupun kualitas.


Untuk mendukung misi tersebut, YAD telah menyelenggarakan Pelatihan Konservasi Lukisan pada 7-8 Februari 2015 lalu untuk memperkenalkan ilmu konservasi lukisan sehingga semakin banyak ahli konservasi lukisan dari dalam negeri.

Pelatihan dilakukan dengan narasumber Susanne Erhards dari Gruppe Koln Jerman yang memaparkan contoh kerja nyata terbaik ketika melakukan konservasi lukisan dalam restorasi mahakarya Raden Saleh, lukisan Penangkapan Pangeran Diponegoro (1857) koleksi Istana Negara.

Dalam program konservasi lukisan karya Raden Saleh pada 2013 lalu, YAD bekerja sama dengan Goethe Institute dan Sekretariat Presiden RI. Hasil konservasi dipamerkan sepanjang Februari 2015.

Menurut Hashim, syukuran Pamungkas Pameran ini menandai selesainya rangkaian kegiatan konservasi lukisan Raden Saleh, dan sekaligus pencanangan kegiatan konservasi berikutnya.

"Saat ini YAD sedang menjajaki suatu kerjasama restorasi lukisan gaya Kamasan yang ada di Kerthagosa, sebuah pusaka budaya yang merupakan warisan sejak abad 18 dari Puri Klungkung, kerajaan tertua di Bali," jelasnya.

"Semoga kegiatan konservasi di lingkungan Kerthagosa ini menjadi sumber inspirasi dan kekuatan bagi bangsa kita yang saat ini sedang berjuang untuk tetap berdiri teguh serta mempertahankan jati diri dan martabatnya," demikian Hashim. [why] 

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Tak Pelihara Buzzer, Prabowo Layak Terus Didukung

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:14

Stasiun Cirebon Dipadati Penumpang Arus Balik Nataru

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:00

SBY Pertimbangkan Langkah Hukum, Mega Tak Suka Main Belakang

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:34

Pilkada Lewat DPRD Cermin Ketakutan terhadap Suara Rakyat

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:26

Jika Mau Kejaksaan Sangat Gampang Ciduk Silfester

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:01

Pilkada Lewat DPRD Sudah Pasti Ditolak

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:37

Resolusi 2026 Rismon Sianipar: Makzulkan Gibran Wapres Terburuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:13

Kata Golkar Soal Pertemuan Bahlil, Dasco, Zuhas dan Cak Imin

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:10

Penumpang TransJakarta Minta Pelaku Pelecehan Seksual Ditindak Tegas

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:38

Bulgaria Resmi Gunakan Euro, Tinggalkan Lev

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:21

Selengkapnya