Berita

Dunia

Ini Lima Teori Utama di Balik Tragedi MH370

MINGGU, 08 MARET 2015 | 13:56 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Setahun sudah pesawat Malaysia Airlines MH370 hilang dalam perjalanan dari Kuala Lumpur menuju Beijing, Republik Rakyat China. Sejauh ini belum ada tanda-tanda mengenai nasib pesawat berikut 239 awak dan penumpang pesawat Boeing 777 itu.

Upaya pencarian telah dilakukan dengan melibatkan sejumlah negara, dan mencakup wilayah yang cukup luas hingga ke perairan Australia. Tetapi MH370 seperti hilang ditelan bumi. Tidak ada puing pesawat yang ditemukan berserakan di atas tanah atau mengambang di lautan. Juga tidak ada sinyal sekecil apapun dari dasar lautan.

MH370 terbang malam ke Beijing, dan sempat balik ke arah Kuala Lumpur sekitar satu jam setelah penerbangan. Setelah itu, jejaknya tak diketahui lagi.


Sejauh ini ada sejumlah teori yang berusaha menjelaskan apa yang terjadi dengan pesawat itu. Dari sekian banyak teori, ada empat yang paling mengemuka.

Pertama, teori sang pilot bunuh diri.

Dua pilot yang menerbankan pesawat itu adalah Kapten Zaharie Ahmad Shah dan Kopilot Fariq Abdul Hamid.

Suara Zaharie masih terdengar jelas saat pesawat tinggal landas. Tetapi, dia sama sekali tidak memberikan informasi apapun saat pesawat berada di atas perairan Vietnam.

Varian dari teori ini memperkirakan salah seorang dari kedua pilot itu melumpuhkan rekannya. Lalu membawa pesawat ke akhir cerita, menjatuhkan pesawat bersama dirinya dan semua awak plus penumpang.

Teori ini didukung oleh antara lain, Mark Weiss, seorang pensiunan pilot American Airlines yang berpengalaman menerbangkan Boeing 777.

Tetapi CEO Malaysian Airlines Ahmad Jauhari Yahya tentu membantah spekulasi itu.

Weiss juga menduga, bisa jadi ada tamu yang berkunjung ke kokpit. Tamu inilah yang mungkin ingin bunuh diri bersama pesawat.

Laporan menyebutkan, bahwa dalam sebuah penerbangan di tahun 2011, Kopilot Hamid yang masih berusia 27 pernah mengundang seorang wanita ke kokpit.

Mengundang orang lain ke kokpit adalah tindakan yang sangat berbahaya, ujar Weiss.

Tetapi teori ini pun terbantahkan oleh penelitian yang dilakukan sebulan setelah kecelakaan.

Teori yang paling banyak peminatnya adalah teori pembajakan. Teori ini didukung analis politik Peter Bergen. Menurutnya, saat membajak sebuah pesawat, pembajak menyembunyikan motif sampai tujuan mereka tercapai seperti dalam peristiwa 9/11 di New York.

Teori lain yang tak kalah spektakuler adalah pesawat didaratkan di Kazakhstan tanpa bisa diketahui oleh radar dan alat pemantau apapun.

Adapun teori paling sederhana dan dinilai sebagai yang paling mungkin terjadi mengatakan, MH370 mengalami kerusakan mesin yang serius dan meledak dengan begitu hebat, menghancurkan segalanya.

Pakar penerbangan Jim Tilmon termasuk yang mendukung teori ini. Menurutnya, kerusakan mesin yang fatal itu kemungkinan disebabkan kegagalan listrik. [dem]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

UPDATE

Fakta Sidang Blueray Cargo: Kode BC1 Mengarah ke Djaka Budi Utama

Senin, 15 Juni 2026 | 18:15

Anak Buah Bahlil Irit Bicara Usai 7 Jam Diperiksa KPK

Senin, 15 Juni 2026 | 18:08

KPU Patok Anggaran Rp4,6 Triliun di Tahapan Awal Pemilu 2029

Senin, 15 Juni 2026 | 17:59

IHSG-Rupiah Menguat Sore Ini Usai AS-Iran Sepakat Damai

Senin, 15 Juni 2026 | 17:47

Demo Mahasiswa Ucapkan Selamat Atas Kegagalan Prabowo-Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 17:46

Wapres Gibran Terima Perwakilan Mahasiswa di Tengah Unjuk Rasa

Senin, 15 Juni 2026 | 17:23

Sifra Kejar Cita-cita di Sekolah Rakyat Demi Bantu Orang Tua Disabilitas

Senin, 15 Juni 2026 | 17:19

Demi Kepercayaan Masyarakat, Mahasiswa UBK Desak MBG Dihentikan

Senin, 15 Juni 2026 | 17:06

Komisi II DPR: KPU dan Bawaslu akan Tetap Eksis di 2027

Senin, 15 Juni 2026 | 16:47

DPR Minta Kejagung Tingkatkan Anggaran Perkara untuk Kejati dan Kejari

Senin, 15 Juni 2026 | 16:47

Selengkapnya