Berita

yuddy chrisnandi/net

Politik

Pegawai KPK: Yuddy Chrisnandi Siapa? Apa Urusan Dia dengan KPK?

SELASA, 03 MARET 2015 | 16:05 WIB | LAPORAN:

Wadah Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (WP-KPK) mempertanyakan teguran dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB), Yuddy Chrisnandi.

Sang menteri dinilai mengungkit ancaman sanksi terhadap pegawai KPK yang memprotes pelimpahan kasus gratifikasi Komjen Budi Gunawan ke Kejaksaan Agung.

Penasihat WP-KPK, Nanang Farid Syam, mengatakan, Menteri Yuddy tidak punya kapasitas memberi sanksi terhadap pegawai KPK.


Dia menganggap Yuddy tidak paham aturan undang-undang yang memayungi lembaga anti korupsi itu.

"Yuddy itu siapa? Apa urusan dia dengan KPK?" kata Nanang di gedung KPK, Jalan Rasuna Said, Jakarta, Selasa (3/3).

Menurutnya, aksi protes yang digelar pegawai KPK bukan bentuk pembangkangan terhadap individu atau birokrasi seperti disinyalir Yuddy.

Ditegaskan Nanang bahwa aksi pegawai KPK adalah protes karena kebenaran dinjak-injak oleh penegak hukum sendiri.

Pegawai KPK mengaku prihatin dengan kondisi Indonesia sekarang ini. Mulai dari media massa, akademisi hingga tokoh masyarakat telah dikriminalisasi oleh kekuatan yang tidak tersentuh.

"Negara macam apa ini? Jadi, tolong kasih tahu ke Yuddy, menteri itu. Kami tidak mengenal dia," tegas Nanang.

Tadi pagi, Menteri Yuddy Chrisnandi mengingatkan pegawai KPK untuk tidak ikut campur dalam proses pelimpahan kasus Budi Gunawan ke Kejaksaan Agung dan Polri. Menurutnya, aksi pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menentang pelimpahan kasus Budi Gunawan sudah melenceng.

Menurutnya, segala hal terkait penegakan hukum sudah punya prosedur yang berlaku.

"Ikuti prosedur institusi," tegas Menteri Yuddy di Gedung PTIK, Jalan Tirtayasa, Jakarta Selatan, usai mengikuti pembukaan Rapat Pimpinan TNI-Polri, Selasa (3/3).

Tambahnya, aparat negara yang melakukan perlawanan akan dikenakan hukuman.

"Sanksi ada. Ancaman saya berikan peringatan agar bekerja dengan baik," jelas Yuddy kepada wartawan di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) Jakarta. [ald]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Suap ke Pejabat ATR/BPN Berawal PT Summarecon Agung Tbk Caplok Lahan Warga

Selasa, 29 September 2026 | 14:21

Prabowo Panggil Mendikti Saintek hingga Kepala BNN, Bahas Pengentasan Narkoba

Selasa, 29 September 2026 | 14:18

BI Ungkap Biang Kerok Rupiah Jeblok ke Rp18.000 per Dolar AS

Selasa, 29 September 2026 | 14:11

Pimpinan DPR Setuju Komisi XIII Periksa Lapas Cibinong

Selasa, 29 September 2026 | 14:00

Tangis Mahathir Mohamad Pecah Saat Mengantar Istri ke Peristirahatan Terakhir

Selasa, 29 September 2026 | 13:52

Prabowo-Megawati Bakal Bertemu Lagi, Dasco: Nasi Gorengnya Belum Keluar

Selasa, 29 September 2026 | 13:51

Sistem Pemungutan Pajak Digital Luar Negeri sudah Beroperasi

Selasa, 29 September 2026 | 13:48

Bitcoin Masih Stabil Meski Harga Minyak Naik Tajam

Selasa, 29 September 2026 | 13:45

Pekan Ini DPR Bertemu Parpol Non-Parlemen Bahas RUU Pemilu

Selasa, 29 September 2026 | 13:36

KRI Sriwijaya-100 Bakal Dimodifikasi Dukung Penanganan Bencana

Selasa, 29 September 2026 | 13:36

Selengkapnya