Berita

ABKP Adrian Indra Nurinta

Hasil Audit BPKP Menggantung, Penyidikan Korupsi Lahan MAN Terhambat

SABTU, 28 FEBRUARI 2015 | 07:10 WIB

Kasus dugaan korupsi lahan Madrasah Aliyah Negeri atau MAN 2 Kota Bengkulu dengan nilai RP 7,5 miliar yang ditangani Polres Bengkulu masih menunggu hasil audit secara resmi dari pihak Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Bengkulu.

Hal itu membuat proses hukum ke tahap selanjutnya menjadi kendala bagi tim penyidik Tipikor Polres Bengkulu. Terindikasi bahwa ada total loss atau nilai kerugian sejumlah nilai kontrak dalam anggaran pengadaan lahan pembangunan sekolah yang beralamat di jalan Fatmawati, Kelurahan Padang Kemiling itu.

Hal itu dikatakan Kapolres Bengkulu ABKP Adrian Indra Nurinta, kepada wartawan, kemarin. Dijelaskannya, pihak BPKP Bengkulu mengeluarkan pendapat bahwa kasus dugaan korupsi lahan pembangunan MAN 2 itu total loss pada saat tim penyidik Tipikor Polres Bengkulu melakukan ekspos perkara ke BPKP Bengkulu.


Namun hingga kini pihak Polres Bengkulu belum menerima salinan sah hasil audit dari BPKP Bengkulu.

"Kami masih terkendala dengan hasil audit yang dikeluarkan oleh BPKP Bengkulu. Kami berharap pihak BPKP bisa memberikan hasil resminya secepat mungkin karena sudah empat bulan proses tersebut berlangsung, dan ketika hasil itu keluar kita bisa melanjutkan ke proses hukum selanjutnya," terang Adrian.

Sementara itu terkait apakah ada penambahan tersangka, Adrian tidak banyak berkomentar.

"Ya kita lihat perkembangan hasil penyidikannya. Kalaupun ada penemuan indikasi baru tidak menutup kemungkinan akan ada penambahan tersangka," ujar Kapolres

Pengadaan lahan pembangunan sekolah MAN 2 itu menyedot anggaran APBN 2013 senilai Rp 7,5 miliar untuk lahan seluas lahan 1,5 hektar.

Dari hasil proses penyelidikan dan penyidik Tipikor Polres Bengkulu, telah ditetapkan dua tersangka yakni mantan Kepala Sekolah MAN 2 tahun 2012 Misrip dan seorang yang berperan sebagai calo jual beli lahan tersebut atas nama Rozali. [ogi mansyah/sim/bkl/ald]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

BSI Tutup 2025 dengan Syukur dan Spirit Kemanusiaan

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:11

KUHP Baru Hambat Penuntasan Pelanggaran HAM Berat

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:10

TNI AL Gercep Selamatkan Awak Speedboat Tenggelam di Perairan Karimun

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:58

BNPB Laporkan 1.050 Huntara Selesai Dibangun di Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:55

Indonesia Menjadi Presiden HAM PBB: Internasionalisme Indonesia 2.O

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:51

Prabowo Ungkap Minat Swasta Manfaatkan Endapan Lumpur Bencana Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:46

YLBHI: Pasal-pasal di KUHP Baru Ancam Kebebasan Berpendapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:39

Satgas Pemulihan Bencana Harus Hadir di Lapangan Bukan Sekadar Ruang Rapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:19

Saatnya Indonesia Mengubah Cara Mengelola Bencana

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Purbaya Klaim Ekonomi Membaik, Tak Ada Lagi Demo di Jalan

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Selengkapnya