Berita

gas elpiji 3 kilogram

Pak Jokowi, Kenapa Harga Gas Melon Naik Kayak Lift?

Barang Kebutuhan Rakyat Kecil Semakin Mahal
KAMIS, 26 FEBRUARI 2015 | 10:02 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Publik media sosial mengeluhkan kenaikan harga gas elpiji 3 kilo gram (kg). Tweeps berkicau, semua harga barang kebutuhan rumah tangga di era pemerintahan Jokowi melaju cepat seperti lift.

DI Twitter, account @azharnoor3 kecewa mengetahui harga barang-barang kebutuhan pokok di era pemerintahan Jokowi terus mengalami kenaikan.

"Beras naik tidak terkontrol, sekarang gas 3 kg. Jadi kapan rakyat kecil bisa sedikit bernafas?" kicaunya.


Account @yeyennuraini3 kesal pemerintahan Jokowi yang baru berkuasa selama empat bulan, sudah menaikkan harga gas elpiji 3kg.

"Naik mulu, kapan turunnya. Harganya semua kebutuhan mahal semua," protesnya.

Account @iwansunandar kaget mendengar harga gas elpiji 3 kg yang selama ini dibanderol Rp 17 ribu, naik menjadi Rp 21 ribu.

"Kemarin beras naik, besok apalagi. Sekarang rakyat tambah melarat. Ampuni kami ya Allah, hindarkan dari susah," doanya.

Account @syahput38038289 mengatakan, harga barang-barang kebutuhan pokok di era pemerintahan Jokowi berlomba-lomba naik.

"Di saat BBM turun, kenapa semua sektor mencekik wong cilik. Seakan-akan semua berlomba untuk naik harga," kicaunya.

Account @eli_irwan merasakan, beban hidup di zaman pemerintahan sekarang lebih sulit, ketimbang pemerintahan sebelumnya.

"Sampai kapan rakyat ini lepas dari penderitaan, harga beras melambung tinggi, gas elpiji 3 kg langka. Hai pemimpin bangsa, perhatikanlah rakyat," cuitnya.

Account @memed917830 menyayangkan, pihak PT Pertamina dan pemerintah mencari-cari alasan dari kenaikan harga gas.

"Kendala distribusi jangan dijadikan alasan harga naik. Rakyat tidak mau tahu urusan itu," ketusnya.

Account @abu_waras mendesak Wakil Presiden Jusuf Kalla turun tangan mengatasi kenaikan harga gas 3 kg.

"Naiknya harga elpiji jangan cuma dikomentarin Pak JK, tapi untuk diturunkan," pintanya.

Account @RoroJonggrang31 menyatakan, kenaikan harga gas subsidi mencerminkan gagalnya program pemerintah menyejahterakan rakyat.

"Tanda-tanda kita hidup di negara bangkrut. Pemerintah mengambil untung dari rakyatnya sendiri," kicaunya.

Account @Aditya_Christt memprediksi, harga gas elpiji 3 kg yang sudah naik, tidak akan kembali turun.

"Dari dulu kalau sudah naik nggak akan pernah stabil harganya," yakinnya.

Account @Ninik_IZ khawatir, pemerintahan Jokowi akan mencabut subsidi gas elpiji 3 kg.

"Gas melon mau dijadikan barang mewah. Sekarang dibikin mahal dan langka," cuitnya.

Account @anggie_dini mengingatkan, kenaikan harga sejumlah komoditas akan memicu kemarahan rakyat kepada pemerintah. "Makin terpuruk aja nih," keluhnya.

Berbeda, Tweeps @CoRumara tidak memprotes keputusan pemerintah menaikkan harga gas elpiji 3 kg.

"Yowees nggak apa-apalah. Yang penting barangnya ada," belanya.

Tweeps @Komala_79 menilai, kenaikan harga gas elpiji 3 kg masih dalam batas kewajaran. Dia mengimbau, warga tidak mengeluhkan kenaikan harga itu.

"Sudahlah naiknya juga gak mahal kok. Yang penting di pasar nggak susah kalau dicari," dukungnya.

Tweeps @deglene mendukung keputusan pemerintah menaikkan harga jual gas elpiji 3 kg. Bahkan, dia mendorong pemerintah mencabut anggaran subsidi gas di dalam APBN. "Subsidi gas elpiji tidak efektif. Kenyataan di kampung, banyak orang mampu pakai gas subsidi," klaimnya.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofyan Djalil terkesan pura-pura tidak tahu dengan kenaikan harga gas 3 kg.

Menurutnya, sampai saat ini pemerintah tidak mempunyai kebijakan menaikkan harga elpiji.

"Siapa bilang (naik)? Kena banjir barangkali. Harga tetap sama, pemerintah enggak naikkan harga kok," kelit Sofyan.

Sofyan juga menampik telah terjadi kelangkaan elpiji di sejumlah wilayah. Padahal, kelangkaan elpiji 3 kg antara lain terjadi di Depok, Bekasi, dan Bogor, Jawa Barat, serta Tebing Tinggi, Sumatera Barat.

"Enggak ada masalah kok. Karena harga pemerintah cukup, suplai cukup," tuturnya.

Sofyan mengatakan, pihaknya sudah menanyakan langsung ke Dirut Pertamina Dwi Soetjipto terkait langkanya gas melon. "Menurut laporan Pertamina, tidak ada masalah di lapangan," ujarnya.

Dirut Pertamina Dwi Soetjipto mengatakan, Pertamina selalu berusaha untuk menjalankan tugas penyediaan elpiji sesuai harga dan alokasi yang ditentukan pemerintah. Dia mengklaim, saat ini tidak terjadi masalah di pasokan. Sebab, pihaknya selalu berkoordinasi dengan pihak pemasaran apabila terjadi kekurangan pasokan.

"Pertamina tentu akan berusaha supaya tidak ada kekurangan pasokan. Oleh karena itu, kalau ada informasi kekurangan pasok ya kita akan segera bereaksi," katanya.

Ketika disinggung mengenai dugaan kelangkaan elpiji 3 kg karena ada peralihan dari konsumen elpiji 12 kg, Dwi tidak menampik kondisi tersebut.

"Kalau harganya memang berbeda, itu kan ya wajar-wajar saja. Selama peruntukan gas elpiji 3 kg itu bisa dibeli oleh semuanya, kalau ada perbedaan harga itu kan menjadi wajar saja bagi orang untuk beralih dari 12 kg ke 3 kg. Jadi, ya itu adalah konsekuensi dari kebijakan yang ditetapkan," ucapnya. ***

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

BSI Tutup 2025 dengan Syukur dan Spirit Kemanusiaan

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:11

KUHP Baru Hambat Penuntasan Pelanggaran HAM Berat

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:10

TNI AL Gercep Selamatkan Awak Speedboat Tenggelam di Perairan Karimun

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:58

BNPB Laporkan 1.050 Huntara Selesai Dibangun di Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:55

Indonesia Menjadi Presiden HAM PBB: Internasionalisme Indonesia 2.O

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:51

Prabowo Ungkap Minat Swasta Manfaatkan Endapan Lumpur Bencana Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:46

YLBHI: Pasal-pasal di KUHP Baru Ancam Kebebasan Berpendapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:39

Satgas Pemulihan Bencana Harus Hadir di Lapangan Bukan Sekadar Ruang Rapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:19

Saatnya Indonesia Mengubah Cara Mengelola Bencana

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Purbaya Klaim Ekonomi Membaik, Tak Ada Lagi Demo di Jalan

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Selengkapnya