Berita

rmol

Senator Bengkulu Desak Izin Lion Air Dicabut

SABTU, 21 FEBRUARI 2015 | 15:14 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Menteri Perhubungan Ignasius Jonan harus segera mencabut izin usaha perusahaan penerbangan Lion Air. Sebab delay besar-besaran terhadap beberapa rute penerbangannya hingga menyebabkan situasi chaos di bandara Soekarno Hatta Tangerang, dan Bandara Kuala Namu Medan, bukan fenomena baru.

"Secara kolektif Komite II DPD RI sudah sepakat untuk kembali memanggil Pak Ignasius Jonan. Kami minta izin usaha Lion Air segera dicabut," kata anggota Komite II DPD RI, Riri Damayanti John Latief, di Bengkulu, beberapa saat yang lalu (21/2).

Ia menjelaskan, secara pribadi, ia telah seringkali melayangkan teguran kepada kepada pihak Kementerian. Sebab, ia mengaku sebagai langganan korban penundaan keberangkatan penerbangan Lion Air.


"Kalau teguran sudah berkali-kali kami sampaikan. Saya kira teguran sudah cukup. Sebelum semakin banyak yang dirugikan, sebaiknya izinnya saja dicabut. Atau Kementerian berani menjamin perusahaan itu mau memperbaiki SOP mereka," imbuhnya.

Ia juga meminta agar pihak Kementerian Perhubungan dapat mendesak maskapai Lion Air untuk memberikan kompensasi bagi ribuan penumpangnya yang jadi korban keterlambatan jadwal tersebut.

"Sekalipun nanti kami meminta agar izinnya dicabut, kompensasi atas keterlambatan jadwal juga harus tetap dibayar. Sanksi tegas semacam ini sangat kita butuhkan agar menjadi pelajaran bagi maspakai-maskapain lainnya," tegasnya, sebagaimana dilansir RMOL Bengkulu.

Protes yang dilakukan oleh penumpang maskapai Lion Air di Bandara Soekarno Hatta juga terjadi di Bengkulu pada Jum'at (20/2). Delay yang terjadi di Bengkulu bahkan terjadi sejak hari Rabu (18/2). Guna mengantisipasi terjadinya kerusahaan, sejumlah aparat kepolisia dari Polisi Sekto Selebar, Kota Bengkulu. [ian/mar/ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Kematian Ali Khamenei, Jalan Iran Kembangkan Nuklir untuk Militer

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:18

May Day: Jeritan Mantan Pekerja Sritex Menagih Janji Negara

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:08

Langkah Prabowo Ratifikasi ILO 188 Jadi Momentum Perbaikan Sektor Perikanan

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:39

Hari Buruh Tak Cuma Orasi, Massa Main Games hingga Nonton Efek Rumah Kaca

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:32

DPR Akui Disparitas Upah Buruh Terlalu Jauh

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:20

Apa Perbedaan Hardiknas dan Hari Guru Nasional? Ini Sejarahnya

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:59

KSBSI: Prabowo Jadi Presiden Ketiga di Dunia yang Rayakan May Day Bareng Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:55

Google Doodle Rayakan Hari Buruh 2026, Tampilkan Ilustrasi Para Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:49

Ketua Komisi III Jamin Keamanan Aktivis saat Perjuangkan Hak Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:47

Japan Airlines Uji Coba Robot Humanoid untuk Atasi Kekurangan Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:42

Selengkapnya