Berita

Pemerintah Ikut Andil Bikin Perpecahan di Tubuh KNPI Jadi Permanen

JUMAT, 20 FEBRUARI 2015 | 19:37 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Dinamika dan eskalasi politik kian meningkat menjelang Kongres Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) ke-14 di Jakarta yang tinggal menghitung hari, yaitu pada tanggal 25-28 Februari.

Kongres KNPI di Jakarta ini digelar bersamaan dengan Kongres KNPI di Papua pada tanggal 24-28 Februari. Diketahui, ada dualisme KNPI; satu DPP KNPI produk kongres Hotel Sahid Jakarta dan satunya lagi DPP KNPI hasil kongres Blue Sky pimpinan Akbar Zulfakar.

Dengan dua Kongres yang digelar bersamaan ini diprediksi perpecahan di tubuh KNPI akan semakin permanen. Lebih-lebih, salah satu draft Kongres Jakarta merekomendasikan pembentukan DPD KNPI Kabuten/Kota seluruh Indonesia. Dengan demikian, bila selama ini perpecahan hanya sampai di provinsi maka kini perpecahan akan berimbang hingga ke kabupaten/kota.


"Sebenarnya upaya penyatuan Kongres sudah sejak lama dilakukan, namun pemerintah tidak punya good will politic untuk memediasi konfik KNPI. Bahkan Kemenpora terkesan ingin membohongi publik bahwa KNPI tidak pecah," kata Sekretaris SC Kongres KNPI Jakarta, Bachrowi, dalam keterangan beberapa saat lalu (Jumat, 20/2).

Bachrowi menegaskan bahwa Kongres KNPI Jakarta adalah Kongres yang didasari semangat penyelamatan KNPI yang hampir enam tahun terakhir kurang diperhatikan perannya oleh pemerintah. Bahkan, ada semacam upaya melemahkan KNPI sehingga Kemenpora hanya mengurus olah raga saja, karena di olahraga banyak mengadakan kegiatan yang bernilai komersial.

"Dan kami tegaskan, persiapan kongres KNPI sudah rampung, saat ini kami mulai meregistrasi peserta. Kami tidak terlalu mempersoalkan kandidat, karena besar peluang muncul kandidat dari pengurus internal saat ini," demikian Bachrowi, yang juga Ketua DPP KNPI. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Kematian Ali Khamenei, Jalan Iran Kembangkan Nuklir untuk Militer

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:18

May Day: Jeritan Mantan Pekerja Sritex Menagih Janji Negara

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:08

Langkah Prabowo Ratifikasi ILO 188 Jadi Momentum Perbaikan Sektor Perikanan

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:39

Hari Buruh Tak Cuma Orasi, Massa Main Games hingga Nonton Efek Rumah Kaca

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:32

DPR Akui Disparitas Upah Buruh Terlalu Jauh

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:20

Apa Perbedaan Hardiknas dan Hari Guru Nasional? Ini Sejarahnya

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:59

KSBSI: Prabowo Jadi Presiden Ketiga di Dunia yang Rayakan May Day Bareng Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:55

Google Doodle Rayakan Hari Buruh 2026, Tampilkan Ilustrasi Para Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:49

Ketua Komisi III Jamin Keamanan Aktivis saat Perjuangkan Hak Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:47

Japan Airlines Uji Coba Robot Humanoid untuk Atasi Kekurangan Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:42

Selengkapnya