. Dinamika dan eskalasi politik kian meningkat menjelang Kongres Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) ke-14 di Jakarta yang tinggal menghitung hari, yaitu pada tanggal 25-28 Februari.
Kongres KNPI di Jakarta ini digelar bersamaan dengan Kongres KNPI di Papua pada tanggal 24-28 Februari. Diketahui, ada dualisme KNPI; satu DPP KNPI produk kongres Hotel Sahid Jakarta dan satunya lagi DPP KNPI hasil kongres Blue Sky pimpinan Akbar Zulfakar.
Dengan dua Kongres yang digelar bersamaan ini diprediksi perpecahan di tubuh KNPI akan semakin permanen. Lebih-lebih, salah satu draft Kongres Jakarta merekomendasikan pembentukan DPD KNPI Kabuten/Kota seluruh Indonesia. Dengan demikian, bila selama ini perpecahan hanya sampai di provinsi maka kini perpecahan akan berimbang hingga ke kabupaten/kota.
"Sebenarnya upaya penyatuan Kongres sudah sejak lama dilakukan, namun pemerintah tidak punya
good will politic untuk memediasi konfik KNPI. Bahkan Kemenpora terkesan ingin membohongi publik bahwa KNPI tidak pecah," kata Sekretaris SC Kongres KNPI Jakarta, Bachrowi, dalam keterangan beberapa saat lalu (Jumat, 20/2).
Bachrowi menegaskan bahwa Kongres KNPI Jakarta adalah Kongres yang didasari semangat penyelamatan KNPI yang hampir enam tahun terakhir kurang diperhatikan perannya oleh pemerintah. Bahkan, ada semacam upaya melemahkan KNPI sehingga Kemenpora hanya mengurus olah raga saja, karena di olahraga banyak mengadakan kegiatan yang bernilai komersial.
"Dan kami tegaskan, persiapan kongres KNPI sudah rampung, saat ini kami mulai meregistrasi peserta. Kami tidak terlalu mempersoalkan kandidat, karena besar peluang muncul kandidat dari pengurus internal saat ini," demikian Bachrowi, yang juga Ketua DPP KNPI.
[ysa]