Berita

Andi Sinulingga/net

Poros Muda Golkar: Pernyataan Tony Abbott Tidak Beradab

JUMAT, 20 FEBRUARI 2015 | 15:30 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Pernyataan PM Australia Tony Abbott adalah bentuk kepemimpinan bangsa yang tidak beradab. Australia telah menghina rakyat Aceh dan menghina bangsa Indonesia. Bayangkan bantuan kepada orang yang terkena musibah diungkit dan dijadikan bahan tawar menawar atas wargannya yang akan dihukum mati sebagai gembong narkoba.

"Kami berpandangan, tidak ada kata lain yang pantas diberikan kepada pemerintah Australia selain, biadab!!" ujar Jurubicara Poros Muda Golkar, Andi Sinulingga kepada redaksi, Jumat (20/2).

Biadab karena pemerintah Australia paham akan hukum yang berlaku di negara lain, seperti layaknya Indonesia yang selalu menghormati ketentuan hukum yang berlaku di Australia.


Biadab karena pemerintah Australia tidak terampil melakukan lobby dengan baik, cara-cara mengancam seperti akan memboikot pariwisata Indonesia, dan kemudian mengungkit-ungkit pemberian bantuan orang yang terkena musibah.

"Satu yang perlu dicatat, rakyat Aceh tidak pernah minta-minta bantuan ke Australia ketika tsunami terjadi, mereka yang datang sendiri menawarkan bantuan dan kita menerima bantuan itu dengan senang hati tentunya. Jika tahu bahwa bantuan itu akan diungkit di kemudian hari, sudah pasti kita tidak menerima bantuan tersebut," imbuh Andi.

Ia melanjutkan, Tony biadab karena menggunakan isu hukuman mati warganya di Indonesia untuk kepentingan politik dan popularitas dirinya di Australia. "Poros Muda Golkar mengingatkan Australia, jangan lagi anggap enteng dengan Indonesia, kehadiran generasi baru bangsa Indonesia, akan membuat anda terkejut nantinya," tegasnya.

Poros Muda Golkar juga menghimbau kepada masyarakat untuk patungan semampunya dan menyerahkannya ke kedutaan besar Australia dan kantor-kantor perwakilan di daerah-daerah. "Sembari kita bertanya kepada pemerintah Australia, berapa uang yang sudah mereka berikan kepada rakyat Aceh waktu tsunami beberapa tahun yang lalu," demikian Andi. [rus]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Kematian Ali Khamenei, Jalan Iran Kembangkan Nuklir untuk Militer

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:18

May Day: Jeritan Mantan Pekerja Sritex Menagih Janji Negara

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:08

Langkah Prabowo Ratifikasi ILO 188 Jadi Momentum Perbaikan Sektor Perikanan

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:39

Hari Buruh Tak Cuma Orasi, Massa Main Games hingga Nonton Efek Rumah Kaca

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:32

DPR Akui Disparitas Upah Buruh Terlalu Jauh

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:20

Apa Perbedaan Hardiknas dan Hari Guru Nasional? Ini Sejarahnya

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:59

KSBSI: Prabowo Jadi Presiden Ketiga di Dunia yang Rayakan May Day Bareng Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:55

Google Doodle Rayakan Hari Buruh 2026, Tampilkan Ilustrasi Para Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:49

Ketua Komisi III Jamin Keamanan Aktivis saat Perjuangkan Hak Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:47

Japan Airlines Uji Coba Robot Humanoid untuk Atasi Kekurangan Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:42

Selengkapnya