Berita

Max Sopacua

Wawancara

WAWANCARA

Max Sopacua: Kicauan Pak SBY Di Twitter Merupakan Sikap Demokrat

RABU, 18 FEBRUARI 2015 | 09:43 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

"Kita menghormati putusan pengadilan, tidak boleh diinter­vensi secara politik. Tapi sikap Partai Demokrat seperti disam­paikan Pak SBY itu," kata Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Max Sopacua kepada Rakyat Merdeka, Senin (16/2).

Sebelumnya Ketua Umum Partai Demokrat SBY menyiratkan keprihatinannya di twit­ter terkait hal ini. Tercatat tujuh kali bekas Presiden itu bekicau pasca Hakim Sarpin Rizaldi menangkan BG.

"Ya Allah, kami malu mengatakan, di balik prahara ini, ternyata banyak kisah dan drama yang berkaitan dengan nafsu untuk meraih kekuasaan," tulis SBY di kicauan ketiganya.


Max Sopacua selanjutnya men­gatakan, sikap Partai Demokrat dari sejak awal menolak BG sebagai calon Kapolri.

Berikut wawancara dengan Max Sopacua;

SBY tujuh kali berkicau di Twitter pasca putusan hakim, Anda memaknainya seperti apa?
Saya juga baca. Yang beliau sampaikan memang jangan sam­pai putusan-putusan itu punya nilai ambisi kekuasaan.

Tapi soal dilantik atau tidak BG jadi Kapolri, itu hak prerogatif Presiden. Kita se­rahkan ke Presiden bagaimana sikapnya. Kita tunggu saja.

Kalau penilaian Anda ba­gaimana?

Memang putusan pengadilan tidak bisa menyenangkan semua pihak. Tapi itu harus tetap dipatuhi. Semua pihak harus menerima apapun yang dipu­tuskan.

Anda setuju dengan putusan hakim atau kicauan SBY?
Saya kira apa yang disampai­kan Pak SBY itu betul. Jangan sampai putusan hukum memiliki nilai-nilai ambisi kekuasaan. Tapi kita juga harus mentaati apa yang sudah diputuskan pengadilan.

Jangan dikira Partai Demokrat ingin mengintervensi hukum. Nggak begitu, Partai Demokrat tidak ingin mengintervensi hu­kum. Kita harus legowo atas apapun putusan hakim tersebut.

Apakah kicauan SBY itu mewakili sikap Partai Demokrat?

Apapun yang disampaikan Pak SBY adalah sikap Partai Demokrat.

Berarti tidak mendukung pelantikan Komjen BG men­jadi Kapolri?
Kita tetap pada prinsip awal. Anda tahu sendiri bahwa Partai Demokrat yang pertama keluar dari sidang fit and proper test Komjen BG.

Partai Demokrat yang pertama menyampaikan tidak setuju BG dicalonkan sebagai Kapolri.

Kalau Presiden Jokowi melantik Komjen BG, ba­gaimana?
Itu hak prerogatif Presiden. Namun prinsip kami tetap tidak berubah sejak awal. Itu sudah kita sampaikan kepada publik.

Presiden Jokowi belum mengambil sikap. Komentar Anda?

Presiden nggak boleh diintervensi secara politik dalam menentukan sikap soal calon Kapolri. Soal dilantik atau tidak melantik BG, itu hak prerogatif Presiden. Jangan diintervensi lagi oleh politik. Kita nggak mau begitu. Serahkan saja kepada Presiden.  *** 

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya