Berita

jokowi/net

Kini Momentum Jokowi Tunjukkan Konsistensi dengan Melantik Budi Gunawan

SELASA, 17 FEBRUARI 2015 | 17:14 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Dari sisi aspek hukum, persoalan Budi Gunawan sudah terlewati. Karena itu, Presiden Joko Widodo tak perlu takut untuk segera melantik Budi Gunawan sebagai Kapolri.

"Saya katakan ini momentum Presiden. Ketika mengambil tindakan (melantik BG) akan kelihatan konsistensi pemimpin," kata pengamat komunikasi politik Heri Budianto dalam sebuah diskusi bertajuk "Kriminalisasi No, Justice For All Yes," di Jakarta (Selasa, 17/2).

Selama ini, Jokowi selalu menegaskan menunda pelantikan BG karena menghormati proses prraperadilan. Karena itu, jelas Heri, sekarang ketika sudah ada putusan praperadilan, Jokowi harus menunjukkan sikap konsistennya sebagai pemimpin.


"Ada beberapa hal yang menguatkan kebijakan Jokowi. Kalau kita lihat BG dipanggil ke Istana Bogor, itu pesan bahwa Presiden akan melantik. Tapi memang kita harus pahami, yang paling tahu Presiden. Saya curiga jangan-jangan BG sudah tahu tapi tidak boleh bicara," ungkap Heri.

Direktur Ekskutif PolcoMM Institute ini menambahkan, melihat dinamika yang berkembang dan juga sudah tak adanya hambatan politik dan hukum, maka 99 persen BG akan dilantik sebagai Kapolri.

"Tinggal dilihat psikologi publik, Presiden Jokowi ini insting psikologi massa main juga. Kalau melantik kemarin resiko besar, tapi kalau sekarang tidak perlu takut," ungkapnya.

Heri juga mengungkapkan bahwa resiko politik melantik BG sebagai Kapolri jauh lebih ringan dibandingkan tidak melantiknya. Sebab, jika tidak melantik akan berhadapan dengan kekuatan politik di parlemen.

"Resiko itu lebih besar ketika tidak melantik karena akan berhadapan dengan DPR. Apalagi masih panjang perjalanan di parlemen. Presiden tidak akan bisa jalan tanpa dukungan politik, dukungan masyarakat sekarang sudah terbelah pro-kontra," demikian Jokowi. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Kematian Ali Khamenei, Jalan Iran Kembangkan Nuklir untuk Militer

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:18

May Day: Jeritan Mantan Pekerja Sritex Menagih Janji Negara

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:08

Langkah Prabowo Ratifikasi ILO 188 Jadi Momentum Perbaikan Sektor Perikanan

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:39

Hari Buruh Tak Cuma Orasi, Massa Main Games hingga Nonton Efek Rumah Kaca

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:32

DPR Akui Disparitas Upah Buruh Terlalu Jauh

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:20

Apa Perbedaan Hardiknas dan Hari Guru Nasional? Ini Sejarahnya

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:59

KSBSI: Prabowo Jadi Presiden Ketiga di Dunia yang Rayakan May Day Bareng Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:55

Google Doodle Rayakan Hari Buruh 2026, Tampilkan Ilustrasi Para Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:49

Ketua Komisi III Jamin Keamanan Aktivis saat Perjuangkan Hak Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:47

Japan Airlines Uji Coba Robot Humanoid untuk Atasi Kekurangan Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:42

Selengkapnya