Berita

ilustrasi

Nembak Penjahat Narkoba Bukan Perkara Gampang

Presiden Jokowi Tolak Grasi Warga Nigeria
SABTU, 14 FEBRUARI 2015 | 06:21 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Silvester Obiek alias Mustofa, terpidana mati kasus narkoba nakal yang tetap mengendalikan bisnis narkoba meski sudah di penjara, bakal didor dalam waktu dekat ini, pasca permohonan pengampunannya (grasi) ditolak Presiden Joko Widodo (Jokowi). Mustofa berpotensi masuk daftar gelombang kedua eksekusi mati.

Jaksa Agung HM Prasetyo kembali merilis daftar tamba­han bagi terpidana mati kasus narkoba yang bakal didor. Kali ini giliran permohonan pengam­punan warga Nigeria Silvester Obiek alias Mustofa yang ditolak Presiden Jokowi. "(Permohonan grasi Mustofa) sudah ditolak. Kalau ditolak ya sudah, kan kita tahu sendiri tahapan berikut­nya," ujar Jaksa Pras di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta, ke­marin.

Saat ditanya, apakah Mustofa masuk daftar eksekusi mati tahap IIyang bakal digelar Februari ini, Pras enggan mengungkap detail. "Tapi pastinya ya ndak lama lah, ini kan bukan masalah sederhana. Ini berkaitan dengan eksekusi yang perlu persiapan matang," katanya.


Silvester adalah terpidana mati, yang menurut Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komisaris Jenderal Anang Iskandar memiliki track re­cord buruk. Pada 11 September 2004, Silveseter tertangkap dan dijatuhi hukuman mati. Kemudian pada tahun 2012 dari balik selnya, Silveseter kembali tertangkap basah mengendali­kan bisnis narkoba, berkasnya pun sudah P21, karena sudah dihukum mati maka dia tidak disidangkan. Tak kapok, pada 14 Agustus 2014, Silvester kembali terendus mengendalikan bisnis narkotika di Surabaya hingga terakhir kemarin pada 25 Januari 2015 Sivester tertangkap ba­sah lagi mengendalikan bisnis narkoba.

Dia memanfaatkan teman sekamarnya, Andi untuk kenda­likan bisnis narkoba dari Lapas Nusakambangan. Keterlibatan Sylvester diketahui pada saat BNN mengungkap sindikat narkotika yang beroperasi di wilayah Jakarta pada 25 Januari 2015 lalu. Oleh karenanya, Anang secara khusus menemui Jaksa Pras meminta agar Silvester segera dieksekusi.

Lantas sebenarnya berapa ban­yak terpidana mati kasus narkoba yang bakal dieksekusi di tahap II? Jaksa Pras enggan mengung­kapkannya. Dia hanya menya­takan, terpidana mati yang akan dieksekusi pada tahap II, lebih banyak dari eksekusi tahap I yang jumlahnya cuma enam orang.

Saat ini Pras bersama anak buahnya tengah menyiapkan tempat eksekusinya dengan berkoordinasi bersama sejum­lah pihak. "Ya persiapannya kita lakukan koordinasi dengan semua pihak yang nantinya akan dilibatkan dalam pelaksa­naan eksekusi. Dengan Polri, Menkum HAM, Kesehatan dan Agama. Semuanya akan kita siapkan dengan baik," katanya.

Selain Silvester, Presiden juga menolak grasi warga negara asal Nigeria lainnya yaitu Okwudili Oyatanze. Kejaksaa Agung sudah menerima salinan resmi penola­kan grasi terpidana mati kejaha­tan narkoba atas nama Silvester Obiekwe Nwolise Keppres No. 11/G Tahun 2015 dan atas nama Okwudili Oyatanze Keppres No. 14/G Tahun 2015. Keduanya bertanggal 5 Februari 2015. ***

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Pembongkaran Tiang Monorel Mangkrak Demi Penataan Kawasan

Minggu, 11 Januari 2026 | 07:59

Lahan Huntap Korban Bencana Harus Segera Dituntaskan

Minggu, 11 Januari 2026 | 07:52

Ini Identitas Delapan Orang dan Barbuk OTT Pejabat Pajak Jakut

Minggu, 11 Januari 2026 | 07:12

Larangan Tambang Emas Rakyat, Kegagalan Baca Realitas

Minggu, 11 Januari 2026 | 06:58

Pelapor Pandji Dianggap Klaim Sepihak dan Mencatut Nama NU

Minggu, 11 Januari 2026 | 06:30

Romantisme Demokrasi Elektoral dan Keliru Baca Kedaulatan

Minggu, 11 Januari 2026 | 06:08

Invasi AS ke Venezuela Bisa Bikin Biaya Logistik Internasional Bengkak

Minggu, 11 Januari 2026 | 05:45

Khofifah Ajak Pramuka Jatim Sukseskan Ketahanan Pangan dan MBG

Minggu, 11 Januari 2026 | 05:23

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

Klok Dkk Siap Melumat Persija Demi Amankan Posisi

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:40

Selengkapnya