Berita

sutarman-ari junaedi/net

Tensi Politik Pasti Naik Bila Jokowi Ngotot Lantik Budi Gunawan

JUMAT, 13 FEBRUARI 2015 | 07:55 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Rumor yang menyebutkan Presiden Joko Widodo akan melantik Komisaris Jenderal Budi Gunawan Kepala Kepolisan RI yang baru di Istana Bogor hari ini, mengundang polemik. Sementara konflik antara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan Polri belum teratasi, langkah Jokowi ini, jika jadi, melantik Budi Gunawan dipastikan akan menimbulkan "banjir" bandang politik.

Pengamat komunikasi politik dari Universitas Indonesia (UI), Ari Junaedi, menilai kontroversi dari pengangkatan Budi Gunawan sebagai Kapolri pasti akan menimbulkan "tohokkan" politik yang cukup dahsyat bagi Jokowi. Selain melawan arus suara publik yang menghendaki keadilan, penyematan status tersangka bagi BG, demikian nama panggilan Budi Gunawan, akan memberatkan langkah politik Jokowi.

"Politik perlawanan terhadap Jokowi akan semakin gaduh. Jokowi mengingkari saran dan nasehat dari tim independen yang dibentuknya sendiri. Di satu sisi, Koalisi Merah Putih yang terlihat mendukung pencalonan BG sedari awal nantinya akan berbalik arah menelikung kebijakan Jokowi. Dan Demokrat yang semula memilih menolak pencalonan BG, akan menjadi leader upaya impeachment terhadap Jokowi," Ari Junaedi kepada Kantor Berita Politik RMOL beberapa saat lalu (Jumat, 13/2).


Menurut pengajar mata kuliah Humas Politik di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UI ini, arus perlawanan terhadap Jokowi akan semakin menguat. Kebijakan-kebijakan Jokowi yang "melukai" para pemilihnya di Pipres kemarin akan menjadi blunder baru.

"Sikap ngotot penunjukkan terhadap BG, pemilihan Proton Malayisa sebagai mitra pengembangan mobil nasional serta sikapnya yang lamban terhadap konflik Polri dan KPK serta pembiaran anggota tim suksesnya menduduki posisi-posisi strategis akan makin menyudutkan Jokowi ke depannya. Ibarat pertandingan tinju, kapan saatnya knock out makin mudah ditebak," demikian Ari Junaedi yang juga pengajar di Program Pascasarjana UI dan Universitas Diponegoro (Undip) Semarang ini. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Kematian Ali Khamenei, Jalan Iran Kembangkan Nuklir untuk Militer

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:18

May Day: Jeritan Mantan Pekerja Sritex Menagih Janji Negara

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:08

Langkah Prabowo Ratifikasi ILO 188 Jadi Momentum Perbaikan Sektor Perikanan

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:39

Hari Buruh Tak Cuma Orasi, Massa Main Games hingga Nonton Efek Rumah Kaca

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:32

DPR Akui Disparitas Upah Buruh Terlalu Jauh

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:20

Apa Perbedaan Hardiknas dan Hari Guru Nasional? Ini Sejarahnya

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:59

KSBSI: Prabowo Jadi Presiden Ketiga di Dunia yang Rayakan May Day Bareng Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:55

Google Doodle Rayakan Hari Buruh 2026, Tampilkan Ilustrasi Para Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:49

Ketua Komisi III Jamin Keamanan Aktivis saat Perjuangkan Hak Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:47

Japan Airlines Uji Coba Robot Humanoid untuk Atasi Kekurangan Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:42

Selengkapnya