Berita

Irjen Pol (Purn) Logan Siagian

Wawancara

WAWANCARA

Mengapa Nama Calon Kapolri Baru Belum Diserahkan kepada Presiden, Ini Jawabannya

KAMIS, 12 FEBRUARI 2015 | 09:10 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) gagal bertemu Presiden Jokowi, Selasa (10/2). Tapi mereka tetap melakukan konsolidasi dengan sejumlah pejabat penting di Istana Jakarta.

"Sebetulnya Selasa lalu diagendakan bertemu denganPresiden. Namun, karena Presiden tiba-tiba ada agenda yang tidak bisa ditunda, maka ka­mi tidak jadi bertemu," kata Komisioner Kompolnas, Irjen Pol (Purn) Logan Siagian, ke­pada Rakyat Merdeka yang di­hubungi via telepon, kemarin.

Inilah wawancara lengkap dengan Logan Siagian;


Setelah gagal bertemu Presiden, apa yang dilakukan Kompolnas di Istana?
Perlu diketahui, Kompolnas kan juga mencakup tanggung jawab tiga menteri. Yakni Menko Polhukam, Menteri Dalam Negeri dan Mensesneg. Akhirnya kami hanya melaku­kan kondolidasi.

Mengenai apa saja?
Tentunya mengenai calon Kapolri. Percakapan kami hanya sebatas konsolidasi dan analisis. Sebab, yang hadir adalah kami dari Kompolnas, Menkopolhukam, Mensesneg dan Seskab. Mendagri tidak bisa hadir karena ada tugas.

Apa saja yang dibincangkan dalam konsolidasi itu?
Namanya konsolidasi ya banyakhal yang dibicarakan. Terkait Polri ke depan, terkait analisa dan pen­jaringan calon Kapolri. Terkait proses hukum yang sedang terjadi dan lain-lain.

Apa nama calon Kapolri juga dibicarakan bila Komjen Budi Gunawan tidak dilantik menjadi Kapolri?
Tentu itu juga kami bicara­kan. Ada sejumlah nama yang sudah terjaring. Namun, yang pasti nama-nama itu belum ka­mi serahkan ke Presiden. Kami masih menunggu waktunya Pak Presiden dan menunggu keputusan apa yang akan di­ambil.

Siapa saja yang masuk da­lam bursa nama calon Kapolri yang dikonsolidasikan itu?

Kami sebelumnya melakukan kajian, pertemuan dan silaturahmi dengan empat pejabat uta­ma Polri. Secara struktural, mereka yang paling siap jika sewaktu-waktu ditunjuk sebagai Kapolri.

Apa saja syarat jadi Kapolri yang ditentukan Kompolnas?
Persyaratan umum atau kri­teria itu sudah ditentukan me­kanismenya dalam aturan dan undang-undang. Kami dari Kompolnas hanya membantu Presiden untuk menelusuri dan mencari calon-calon Kapolri yang sesuai kriteria-kriteria itu.

Tentu ada sejumlah krite­ria khusus yang memperkuat prosesseleksi. Misalnya, mini­mal masa tugasnya dua tahun lagi di Polri.

Mengapa Presiden belum meminta nama-nama calon Kapolri ke Kompolnas?
Menjadi kewajiban Kompolnas untuk mengajukan na­ma-nama calon Kapolri kepada Presiden, diminta atau tidak diminta. Itu tugas Kompolnas sesuai undang-undang. Sampai saat ini, kami belum menyerah­kan nama-nama calon Kapolri lagi ke Presiden.

Kapan kira-kira Presiden memutuskan mengenai masalah ini?
Sesuai arahan dari Presiden pada pertemuan terakhir dengan Kompolnas bahwa Presiden harus mematuhi un­dang-undang dan proses hu­kum. Artinya, DPR memang sudah menyetujui Komjen Budi Gunawan sebagai calon Kapolri.

Saat ini masih ada proses praperadilan yang dilakukan Budi Gunawan terkait status tersangkanya oleh KPK.

Ya, kita tunggu saja hasil dari praperadilan itu. Paling tidak pada Senin mendatang sudah ada putusan praperadilan itu.

Kompolnas berada dalam posisi menunggu keputusan dan sikap Presiden atas Budi Gunawan. Jika sudah ada kepu­tusan dan sikap yang dilakukan Presiden, maka kami tahu apa yang akan dilakukan selan­jutnya.

Kita tunggu saja perkembangannya. Kompolnas siap on call. Semua berada di tangan Presiden. Kita tunggu sikap dan putusannya. ***

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

UPDATE

IPW Dinilai Tidak Netral soal Evaluasi Pelaku Tambang Nikel

Jumat, 06 Februari 2026 | 23:47

Megawati Kirim Bunga Buat HUT Gerindra sebagai Tanda Persahabatan

Jumat, 06 Februari 2026 | 23:33

Tiga Petinggi PN Depok dan Dua Pimpinan PT Karabha Digdaya Resmi jadi Tersangka

Jumat, 06 Februari 2026 | 23:13

Reaksi Menkeu Purbaya Ada Anak Buah Punya Safe House Barang Korupsi

Jumat, 06 Februari 2026 | 22:37

Gerindra Sebar Bibit Pohon Simbol Keberlanjutan Perjuangan

Jumat, 06 Februari 2026 | 22:25

Gus Yusuf Kembali ke Dunia Pesantren Usai Mundur dari PKB

Jumat, 06 Februari 2026 | 22:15

Bahlil Siap Direshuffle Prabowo Asal Ada Syaratnya

Jumat, 06 Februari 2026 | 22:12

Dasco Jaga Kenegarawanan Prabowo dari Ambisi Jokowi

Jumat, 06 Februari 2026 | 22:05

PDIP Tak Masalah PAN dan PKB Dukung Prabowo Dua Periode

Jumat, 06 Februari 2026 | 21:53

KPK Dikabarkan Sudah Tetapkan 5 Tersangka OTT Depok

Jumat, 06 Februari 2026 | 21:29

Selengkapnya