Berita

Kejagung Sorot Pelapor Kepemilikan Tanah Malah Dipidana

RABU, 11 FEBRUARI 2015 | 19:02 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Langkah penyidik Polres Bogor memproses perkara pidana dengan terlapor Ade Sutisna terus dipertanyakan. Kali ini sorotan terhadap perkara ini datang dari Kejaksaan Agung.

Menurut Kapuspenkum Tony T Spontana, penyidik Polres Bogor tidak dapat memproses perkara pidana terkait kepemilikan tanah dengan terlapor Ade Sutisna. Pasalnya, perkara perdata terkait kasus yang sama yang diajukan Ade tengah berjalan di Pengadilan Negeri Cibinong.

Ade merupakan penerima kuasa dari keluarga besar H. Umar bin Djaelan bin Raden Tjepot Kaeran. Ade yang saat ini tengah melayangkan gugatan perdata di Pengadilan Cibinong malah ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara pidana umum di dalam objek sengketa tanah yang sama oleh penyidik. Ade disangka dengan Pasal 363 KUHP dengan tudingan pencurian tanah dengan pengurukan, berdasarkan Laporan Polisi (LP) nomor LP/B/1068/XI/2014/JABAR/RES BGR tanggal 6 November 2014.


"Kalau masalah perdatanya menyangkut sengketa kepemilikan tanah atau bangunan, maka pidana yang menyangkut hal itu harus dipending dahulu," kata Tony T Spontana di Kejagung, Jakarta, Rabu (11/2).

Ketua Tim Advokasi Jokowi Watch, Junaidi memiliki pandangan yang sama. Dia mempertanyakan sikap penyidik di bawah komando Kapolres Kabupaten Bogor AKBP Sonny Mulvianto Utomo yang telah menetapkan Ade Sutisna yang tak lain kliennya sebagai tersangka dalam persoalan tanah tersebut.

Menurut dia, ada empat peraturan yang diduga dilawan Kapolres itu, yakni, Peraturan Mahkamah Agung (PERMA) RI nomor 1 tahun 1956 dan Surat Edaran MA (SEMA) RI nomor 4 tahun 1980 dan surat panduan dalam sistem penuntutan yang dikeluarkan oleh Kejagung nomor B-230/E/Ejp/01/2013 tanggal 22 Januari 2013, serta Peraturan Kapolri (Perkap) pasal 61 dan 62.

Dia mengatakan telah mengadukan kepada Menkopolhukam, Tedjo Edhy Purdijatno, Wakapolri Komjen Badrodin Haiti dan Kejagung, terkait penanganan perkara perdata menjadi pidana oleh Polres Bogor ini.

"Kami berharap Menko Polhukam, Wakapolri dan Jaksa Agung dapat memantau dan atau sekaligus menganalisa LP tersebut. Sehingga bisa didapat kesimpulan apa LP itu patut dan bisa diproses penyidikannya atau harus dipertangguhkan," tandas dia.[dem]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

Fakta Sidang Blueray Cargo: Kode BC1 Mengarah ke Djaka Budi Utama

Senin, 15 Juni 2026 | 18:15

Anak Buah Bahlil Irit Bicara Usai 7 Jam Diperiksa KPK

Senin, 15 Juni 2026 | 18:08

KPU Patok Anggaran Rp4,6 Triliun di Tahapan Awal Pemilu 2029

Senin, 15 Juni 2026 | 17:59

IHSG-Rupiah Menguat Sore Ini Usai AS-Iran Sepakat Damai

Senin, 15 Juni 2026 | 17:47

Demo Mahasiswa Ucapkan Selamat Atas Kegagalan Prabowo-Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 17:46

Wapres Gibran Terima Perwakilan Mahasiswa di Tengah Unjuk Rasa

Senin, 15 Juni 2026 | 17:23

Sifra Kejar Cita-cita di Sekolah Rakyat Demi Bantu Orang Tua Disabilitas

Senin, 15 Juni 2026 | 17:19

Demi Kepercayaan Masyarakat, Mahasiswa UBK Desak MBG Dihentikan

Senin, 15 Juni 2026 | 17:06

Komisi II DPR: KPU dan Bawaslu akan Tetap Eksis di 2027

Senin, 15 Juni 2026 | 16:47

DPR Minta Kejagung Tingkatkan Anggaran Perkara untuk Kejati dan Kejari

Senin, 15 Juni 2026 | 16:47

Selengkapnya