Berita

ilustrasi/net

PPA Sukses Bikin Gerah Jaksa Nakal

RABU, 11 FEBRUARI 2015 | 17:35 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Keberadaan Pusat Pemulihan Aset (PPA) Kejaksaan Agung dinilai mampu mengoptimalkan pengembalian aset dan barang bukti kejahatan negara. Jaksa nakal yang biasa memanipulasi aset hasil tindak kejahatan sangat terganggu dengan keberadaan PPA.

"Sistem yang ada di PPA membuat oknum jaksa tidak bisa 'bermain-main' lagi," ujar pakar hukum pidana dan kriminologi Universitas Indonesia, Ferdinand Andi Lolo kepada wartawan, Rabu (11/2).

Menurut dia keberadaan PPA sukses memotong rantai korupsi di internal kejaksaan terkait penyimpangan aset dan barang bukti hasil kejahatan. Sistem terintegrasi dalam administrasi pencatatan aset maupun penelusuran yang berlaku di PPA membuat jaksa sulit menyelewengkan barang bukti yang harus disita untuk negara.


"Sebelum ada PPA, ketika ada terpidana memiliki 5 aset, oknum jaksa bisa mencatat barang bukti yang disita hanya 3 saja. Dan dua aset lainnya disimpan sendiri. Tapi dengan PPA ini takkan terjadi karena semua dibuat transparan dan akuntabel," ucapnya.

Hal senada disampaikan Direktur Eksekutif Lembaga Anti Mafia Kasus Tanto Purba. Namun menurut dia, PPA kedepan harus memaksimalkan sistem maupun jaringan informal untuk memulihkan aset kasus tindak pidana kejahatan korupsi dan pidana umum lainnya.  

"Coba bayangkan, 'lahan pencari makan' para oknum jaksa nakal selama ini kini telah diputus mata rantainya oleh PPA. Pasti gerah lha mereka. PPA harus bekerja atas nama Indonesia. Memulihkan aset negara yang diambil para koruptor maupun pelaku kejahatan lainnya," cetusnya.

Jika ada upaya pelemahan unit PPA, menurut Tanto adalah hal yang wajar. "Sekarang kembali ke Jaksa Agung. Sebenarnya PPA sudah mewakili visi misi Nawa Cita presiden Jokowi," tandasnya.

Komisioner Komisi Kejaksaan RI, Kaspudin Nor menegaskan dirinya mendukung keberadaan PPA di Kejaksaan Agung.

"Dari prestasi yang dicapai seperti mengembalikan uang negara senilai triliunan rupiah, saya kira inilah waktunya Kejaksaan untuk mensosialisasikan unit PPA," kata Kaspudin.

Dikatakannya, jika suatu unit melaksanakan tugas dan fungsinya secara transparan serta akuntabel, maka uang hasil tindak pidana korupsi di Indonesia akan secara maksimal dikembalikan ke kas negara.

"PPA sudah membuktikan hal itu. Ketika berbicara prestasi, sudah sepatutnya unit ini diberikan apresiasi," sambungnya.

Dirinya tak memungkiri jika selama ini marak oknum kejaksaan yang bermain-main barang bukti maupun aset.

"Bisa jadi, kehadiran PPA bakal membongkar semua barang bukti atau aset yang telah 'dimakan' para oknum jaksa tersebut," tuturnya.[dem]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Ombudsman RI Pelototi Tata Kelola Haji

Kamis, 23 April 2026 | 10:15

Kemlu Protes Spanduk "Rising Lion" Israel di RS Indonesia Gaza

Kamis, 23 April 2026 | 10:06

IHSG Menguat, Rupiah Tertekan ke Rp17.274 per Dolar AS

Kamis, 23 April 2026 | 09:21

Kisah Epik Sang ‘King of Pop’: Film Biopik Michael Resmi Menggebrak Bioskop Indonesia

Kamis, 23 April 2026 | 09:18

Ketua KONI Ponorogo Sugiri Heru Sangoko Dicecar KPK Soal Pemberian Fee ke Sudewo

Kamis, 23 April 2026 | 09:15

MUI Minta Jemaah Haji Doakan Pemimpin Indonesia

Kamis, 23 April 2026 | 09:14

Bursa Asia Menguat: Nikkei Cetak Rekor

Kamis, 23 April 2026 | 09:07

Harga Minyak Kembali Tembus 100 Dolar AS

Kamis, 23 April 2026 | 08:58

Wall Street Perkasa Berkat Donald Trump

Kamis, 23 April 2026 | 07:41

Pentagon Pecat Petinggi Angkatan Laut John Phelan di Tengah Gencatan Senjata

Kamis, 23 April 2026 | 07:25

Selengkapnya