Berita

rizal ramli/net

DR. Rizal Ramli: Perlu Ada Terobosan untuk Membalik Keadaan

RABU, 11 FEBRUARI 2015 | 17:34 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Tokoh ekonomi nasional, DR Rizal Ramli, memprediksi, pertumbuhan ekonomi RI pada 2015 melambat kurang dari 5 persen.

Dan jika Bank Indonesia (BI) terus memperketat moneter, maka pertumbuhan ekonomi hanya akan 4-4,5 persen.

Menurut dia, saat ini inflasi sudah lebih rendah, dan BI sebetulnya masih punya ruang untuk menurunkan suku bunga dan melonggarkan moneter.


"Kecuali, BI monetarist konservatif," singgung Rizal Ramli lewat twitter @RamliRizal beberapa jam lalu.

Ekonom ahli Perserikatan Bangsa Bangsa ini menyebutkan, pertumbuhan ekonomi 4-4,5 persen mempersulit upaya mengurangi kemiskinan dan menciptakan lapangan kerja tahun 2015.

"Perlu ada terobosan-terobosan untuk membalik keadaan," seru mantan Menko Perekonomian ini.

Rizal melanjutkan, inflasi di pedesaan dua kali inflasi di perkotaan. Perbedaan inflasi yang tinggi tersebut harus dikurangi agar kemiskinan berkurang.

"Secara prinsip, saya tidak setuju program bagi-bagi uang, kecuali untuk yang cacat. Lebih baik program kerja yang dibayar, bangun jalan desa, irigasi tertier dan lainnya," ucapnya.

Selain itu ia jelaskan inflasi makanan pun masih tinggi karena nilai rupiah anjlok dan tata niaga masih sistem kuota dan kartel.

"Jokowi mesti berani sikat sistem kuota mafia impor pangan," tegas Rizal lagi. [ald]

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya