Berita

DR. Rizal Ramli: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Bisa di Bawah 5 Persen

RABU, 11 FEBRUARI 2015 | 16:56 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Tokoh ekonomi nasional, DR. Rizal Ramli, memprediksi, pertumbuhan ekonomi RI pada 2015 melambat kurang dari 5 persen. Dan jika Bank Indonesia (BI) terus memperketat moneter, maka pertumbuhan ekonomi hanya akan 4-4,5 persen.

"Pak (presiden) Jokowi masih pidato di mana-mana ekonomi akan tumbuh 7 persen. Tidak tahu siapa penasihat ekonominya. Padahal penjualan retail telah anjlok 20-30 persen," ungkap Rizal Ramli lewat twitter @RamliRizal beberapa jam lalu.

Penasehat ekonomi di Perserikatan Bangsa Bangsa ini melihat BI mengkhawatirkan rupiah anjlok di atas Rp 14.000 per dollar AS. Karena itulah BI terus ketatkan moneter.


Padahal, pengetatan itu justru akan semakin memperlambat pertumbuhan ekonomi 2015.

"Kebijakan moneter super ketat BI tahun 1997 dan 1998, atas saran IMF, justru membuat ekonomi RI rontok dari 6 perse menjadi -12,8 persen," terang mantan Menko Perekonomian ini. [ald]

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

Siapa di Balik Penyadapan Presiden Prabowo?

Kamis, 05 November 2026 | 06:29

Mengendus Pasal Makar

Kamis, 05 November 2026 | 06:14

DPRD Dukung Roadshow Pramono Anung ke 44 Kecamatan

Kamis, 05 November 2026 | 06:04

Mengenal Listyo Sigit, Eks Kapolri yang Jadi Raja Oknum

Kamis, 05 November 2026 | 05:57

Penyadapan Presiden Prabowo Bukan Kasus Biasa

Kamis, 05 November 2026 | 05:43

BPOM Buka Suara soal Vape Mengandung Obat Bius Etomidat dan Ketamin

Kamis, 05 November 2026 | 05:10

Intelektualisme Pemuda Kunci Memperkuat Persatuan Bangsa

Kamis, 05 November 2026 | 04:44

Kasus Listyo Sigit Imbas Sistem UUD 2002 yang Memproduksi Kegaduhan

Kamis, 05 November 2026 | 04:26

PAM Jaya Raih Penghargaan Pembayar Pajak Terbesar di Jakpus

Kamis, 05 November 2026 | 04:22

MUI: Penyadapan Presiden Kategori Tajassus dan Berdosa

Kamis, 05 November 2026 | 04:08

Selengkapnya