Berita

Ribuan Massa Kompak Tuntut Jokowi Segera Lantik Budi Gunawan

RABU, 11 FEBRUARI 2015 | 15:26 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Ribuan massa dari Koalisi Masyarakat Pengawal Konstitusi (Kompak) berunjuk rasa di depan Istana Kepresidenan RI. Mereka mendukung Presiden Joko Widodo untuk segera melantik Komjen Budi Gunawan sebagai Kapolri.

"Aksi ini semata-mata sebagai perwujudan dari pelaksanaan konstitusi negara. Ini sebagai wujud dari pelaksanaan mekanisme ketatanegaraan dalam pemilihan Kapolri, serta perwujudan dari harmonisasi hubungan antar lembaga negara, dalam hal ini DPR-RI dan Lembaga Kepresidenan," kata Juru Bicara Kompak, Zakaria Christian, dalam aksi di depan Istana Kepresidenan di Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta (Rabu, 11/2).

Zakaria Christian menjelaskan, Konstitusi negara dan TAP MPR Nomor VII/ 2000, jelas menyatakan bahwa penetapan Kapolri bukanlah hak prerogatif Presiden. Sebab diatur bahwa Kapolri diangkat dan diberhentikan Presiden atas persetujuan DPR.


"Dari situ sudah jelas, bahwa tidak ada lagi alasan konstitusional yang bisa menghalang-halangi Presiden untuk segera melantik Komjen Budi Gunawan sebagai Kapolri," ujar Christian.

Dia menekankan,  pihaknya bersama rakyat siap berdiri di depan untuk menjadi tameng bagi Presiden jika ada pihak-pihak yang akan merongrong kewibawaan Presiden atas keputusan melantik Budi Gunawan sebagai Kapolri.

"Bagi kami, Konstitusi berada di atas segala pendapat dan opini orang per orang, atau sekelompok masyarakat," imbuhnya.

Zakarian Christian melanjutkan bahwa rakyat menilai sosok Jokowi sebagai sebuah harapan, yang akan membawa negara dan bangsa ini menuju kemajuan. Bagi rakyat, Jokowi adalah pemimpin yang dipercaya akan menegakkan konstitusi demi menjaga keutuhan NKRI.

"Namun, harapan rakyat mulai goyah ketika keputusan Presiden Jokowi untuk menunda-nunda pelantikan Kapolri, yang kemudian berdampak pada instabilitas dan melahirkan kegaduhan politik," ujarnya.

Padahal, lanjutnya, Budi Gunawan merupakan perwira tinggi Polri yang diajukan Presiden sebagai calon tunggal Kapolri kepada parlemen dan telah disetujui oleh DPR-RI. Namun, pelantikannya tertunda sebagai akibat dari tekanan opini sekelompok masyarakat yang tidak setuju.

Ribuan massa Kompak ini melakukan aksinya dengan berjalan kaki menuju Istana Kepresiden di Jalan Medan Merdeka, Jakarta. Setelah berunjuk rasa, perwakilan Kompak akhirnya diterima oleh bagian Protokoler Istana untuk serah terima sikap serta pernyataan resmi. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Tak Ada Pintu Setop Perang Iran versus AS-Israel

Sabtu, 02 Mei 2026 | 04:02

Prabowo di Tengah Massa Buruh Tak Lagi Hadapi Kritik, tapi Terima Dukungan

Sabtu, 02 Mei 2026 | 04:00

Pertama Kali Presiden RI Dielu-elukan Buruh

Sabtu, 02 Mei 2026 | 03:28

Polri Apresiasi Massa Buruh Tertib

Sabtu, 02 Mei 2026 | 03:20

Perpres Ojol 92 Persen Bisa Picu Kenaikan Tarif

Sabtu, 02 Mei 2026 | 03:01

Jumhur Hidayat Jadi Menteri LH: Politik Merangkul untuk Mengendalikan

Sabtu, 02 Mei 2026 | 02:42

Waspada Gelombang Tinggi saat Libur Panjang Pekan Ini

Sabtu, 02 Mei 2026 | 02:19

Kaji Ulang Wacana Pemangkasan Jaminan Kesehatan Aceh

Sabtu, 02 Mei 2026 | 02:00

Perbedaan Lokasi May Day Tak Perlu Diperdebatkan

Sabtu, 02 Mei 2026 | 01:32

Perpina DKI Serukan Kepemimpinan Perempuan Berdaya

Sabtu, 02 Mei 2026 | 01:06

Selengkapnya