Berita

andi sinulingga/net

VOC DI BATAVIA

Sejarah Monopoli VOC Kini Terulang Kembali

RABU, 11 FEBRUARI 2015 | 14:13 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Masih sedikitnya generasi muda yang melek akan sejarah, membuat Komisaris Utama Purwaka Production, Andi Sinulingga, menelurkan ide untuk membuat film yang berlatarbelakang kehidupan Vereningde Oostindische Compagnie (VOC) di Batavia.

Mengangkat tema VOC dalam film yang rencananya akan diluncurkan tahun 2016 itu, karena memang pehamanan anak muda soal monopoli perdagangan yang pernah terjadi di Indonesia oleh VOC belum sempurna.

"Eksistensi VOC yang melakukan monopoli perdagangan penting untuk diangkat menjadi film. Monopolisitik itu memiskinkan, itu yang terjadi saat ini di Indonesia yang dilakukan oleh multi-national corporation (MNC)" kata Andi dalam acara "Bedah Sejarah VOC 1602 Di Batavia" di Kantor Kementerian Pendidikan di Jalan Sudirman, Jakarta Selatan (Rabu, 11/2)


Secara tidak sadar, lanjut Andi, akibat tidak belajar dari sejarah, Indonesia juga sedang mengalami problem yang pernah terjadi zaman VOC dahulu. Kesenjangan sosial, disparitas ekonomi, konglomerasi perusahaan besar, ekpolitasi manusia ke manusia sedang terjadi saat ini.

"Karena monopolisitik yang menyebabakan kemiskinan serta diskriminasi ekonomi dan sosial itu akhirnya mereka bangkrut. Habis bangkrut mereka di bailout oleh Belanda," kata Andi

Menurut Andi, pola Bailout Itu juga yang terjadi dinegeri ini. Bailout dari Bank Indonesia dan Century tak lepas dari pola-pola lama yang diulang kembali.

Film yang mengambil latar belakang VOC 1602 sampai kejayaan VOC tahun 1700 ini menurut Andi juga dibalut dengan kisah romantisme Peter Cortenhoeff dan Sarah Specx. Balutan romantisme di zaman VOC ini dianggap lebih membuat film sejarah menjadi menarik. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Tak Ada Pintu Setop Perang Iran versus AS-Israel

Sabtu, 02 Mei 2026 | 04:02

Prabowo di Tengah Massa Buruh Tak Lagi Hadapi Kritik, tapi Terima Dukungan

Sabtu, 02 Mei 2026 | 04:00

Pertama Kali Presiden RI Dielu-elukan Buruh

Sabtu, 02 Mei 2026 | 03:28

Polri Apresiasi Massa Buruh Tertib

Sabtu, 02 Mei 2026 | 03:20

Perpres Ojol 92 Persen Bisa Picu Kenaikan Tarif

Sabtu, 02 Mei 2026 | 03:01

Jumhur Hidayat Jadi Menteri LH: Politik Merangkul untuk Mengendalikan

Sabtu, 02 Mei 2026 | 02:42

Waspada Gelombang Tinggi saat Libur Panjang Pekan Ini

Sabtu, 02 Mei 2026 | 02:19

Kaji Ulang Wacana Pemangkasan Jaminan Kesehatan Aceh

Sabtu, 02 Mei 2026 | 02:00

Perbedaan Lokasi May Day Tak Perlu Diperdebatkan

Sabtu, 02 Mei 2026 | 01:32

Perpina DKI Serukan Kepemimpinan Perempuan Berdaya

Sabtu, 02 Mei 2026 | 01:06

Selengkapnya