Berita

syafii maarif/net

Lima Orang Ini Pantas Pimpin KPK

RABU, 11 FEBRUARI 2015 | 09:12 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Desakan agar Presiden Joko Widodo segera menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) terkait dengan pimpian Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kian meluas.

Desakan ini terus bermunculan seiring dengan spekulasi bila pada akhirnya semua pimpinan KPK menjadi tersangka. Saat ini, semua pimpinan KPK, yang terdiri dari Abraham Samad, Bambang Widjojanto, Zulkarnain dan Adnan Pandu Praja, sudah dilaporkan oleh sementara orang kepada Bareskrim Mabes Polri, dengan kasus yang berbeda.

Muncul gagasan dari sementara orang bila memang Perppu ini diterbitkan maka dasarnya memang harus benar-benar dalam kondisi darurat. Di saat yang sama, Jokowi juga harus menunjuk orang-orang yang luar biasa, dan sudah masuk kategori negarawan untuk mengisi pimpinan KPK.


Akan celaka dan hilang kepercayaan publik bila Jokowi menunjuk mantan perwira tinggi polisi, kejaksaan atau pengacara yang sedikit banyak memiliki persoalan di masa lalu.

Menunjuk orang-orang yang luar biasa dan dinilai tidak memiliki kepentingan pribadi dan golongan tersebut, bukan saja penting bagi Jokowi dan publik, melainkan juga penting bagi lembaga KPK itu sendiri.

Sehingga ke depan, KPK bisa lebih berwibawa dan terhormat, dan para pemimpinya bukan lagi orang orang yang ewuh pakewuh kepada pihak-pihak yang bermasalah, serta sedikit kemungkinan untuk tebang pilih. Mereka juga bisa menjadi pengarah kebijakan, sementara persoalan teknis hukum diserahkan kepada penyidik.

Di antara nama-nama yang dinilai sebagian orang pantas menjadi pimpinan KPK itu adalah misalnya Ahmad Syafii Maarif, Salahuddin Wahid, Rizal Ramli dan Kwik Kian Gie. Selain empat nama ini mulai muncul juga nama Yenti Garnasih, dosen hukum pidana yang dinilai sangat memahami masalah pencuciang uang. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Kematian Ali Khamenei, Jalan Iran Kembangkan Nuklir untuk Militer

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:18

May Day: Jeritan Mantan Pekerja Sritex Menagih Janji Negara

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:08

Langkah Prabowo Ratifikasi ILO 188 Jadi Momentum Perbaikan Sektor Perikanan

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:39

Hari Buruh Tak Cuma Orasi, Massa Main Games hingga Nonton Efek Rumah Kaca

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:32

DPR Akui Disparitas Upah Buruh Terlalu Jauh

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:20

Apa Perbedaan Hardiknas dan Hari Guru Nasional? Ini Sejarahnya

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:59

KSBSI: Prabowo Jadi Presiden Ketiga di Dunia yang Rayakan May Day Bareng Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:55

Google Doodle Rayakan Hari Buruh 2026, Tampilkan Ilustrasi Para Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:49

Ketua Komisi III Jamin Keamanan Aktivis saat Perjuangkan Hak Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:47

Japan Airlines Uji Coba Robot Humanoid untuk Atasi Kekurangan Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:42

Selengkapnya