Berita

ZULKIFLI HASAN/NET

KONGRES PAN

Mengapa Warga Muhammadiyah Cenderung Pilih Zulkifli Hasan

SELASA, 10 FEBRUARI 2015 | 19:21 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Sejarah mencatat, Partai Amanat Nasional (PAN) memiliki hubungan emosional yang sangat kuat dengan Muhammadiyah. Kader-kader Muhammadiyah juga yang menghidupkan eksistensi PAN selama ini.

Demikian disampaikan Ketua Forum Komunikasi Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM), Ikhwansyah Nasution, kepada Kantor Berita Politik RMOL beberapa saat lalu (Selasa, 10/2).

Ikhwansyah pun menilai, dalam Kongres PAN mendatang, peran kader-kader Muhammadiyah yang berpolitik di PAN sangat signifikan. Dan hingga ini, ada kecenderungan warga Muhammadiyah menginginkan Zulkifli Hasan memimpin PAN.


"Sosok Bang Zul, bisa semakin memperkuat hubungan emosional PAN dan Muhammadiyah. Lebih-lebih selama ini Bang Zul juga punya kedekatan emosional secara personal dengan kader-kader Muhammadiyah yang di PAN," ungkap Ikhwansyah, yang merupakan mantan Ketua DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) dan kader muda Partai Amanat Nasional (PAN).

Bukan hanya hubungan personal, lanjut Ikhwan, secara kultural dan struktural, Zilkifli Hasan juga begitu perhatian dengan program-program Muhammadiyah. Tak heran banyak program Muhammadiyah, dari tingkat pusat hingga daerah, yang mendapat dukungan dari Zulkifli Hasan.

Hal lain yang tak kalah penting, lanjut Ikhwan, gagasan reunifikasi Zulkifli Hasan begitu memikat. Dengan gagasan ini, terlihat jelas mantan Menteri Kehutanan ini tak melupakan sejarah, melainkan menjadikan masa silam untuk meraih kemenangan. Dengan gagasan ini, jelas Zulkifli mau kembali merangkul tokoh-tokoh pendiri dan para senior PAN.

"Dan tentu saja, gagasan reunifikasi ini menggembirakan buat warga Muhammadiyah. Sebab sejarah PAN tak bisa lepas dari tokoh-tokoh Muhammadiyah yang selama ini berada di luar gelanggang," demikian Ikhwan. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Kematian Ali Khamenei, Jalan Iran Kembangkan Nuklir untuk Militer

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:18

May Day: Jeritan Mantan Pekerja Sritex Menagih Janji Negara

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:08

Langkah Prabowo Ratifikasi ILO 188 Jadi Momentum Perbaikan Sektor Perikanan

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:39

Hari Buruh Tak Cuma Orasi, Massa Main Games hingga Nonton Efek Rumah Kaca

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:32

DPR Akui Disparitas Upah Buruh Terlalu Jauh

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:20

Apa Perbedaan Hardiknas dan Hari Guru Nasional? Ini Sejarahnya

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:59

KSBSI: Prabowo Jadi Presiden Ketiga di Dunia yang Rayakan May Day Bareng Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:55

Google Doodle Rayakan Hari Buruh 2026, Tampilkan Ilustrasi Para Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:49

Ketua Komisi III Jamin Keamanan Aktivis saat Perjuangkan Hak Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:47

Japan Airlines Uji Coba Robot Humanoid untuk Atasi Kekurangan Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:42

Selengkapnya