Berita

budi gunawan/net

Hukum

Budi Gunawan Jadi Korban Kriminalisasi KPK

SENIN, 09 FEBRUARI 2015 | 22:55 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan diminta memutuskan seadil-adilnya praperadilan Komjen Polisi Budi Gunawan. Dan praperadilan Budi harus dikabulkan karena penetapan tersangkanya murni upaya kriminalisasi dan tindakan politis.
 
"KPK kerap banyak melakukan pemelintiran berita dengan membangun opini-opini yang tidak rasional. Dan BG menjadi korban kriminalisasi pimpinan KPK," kata Koordinator Presidium Komite Aksi Mahasiswa untuk Reformasi dan Demokrasu (Kamerad), Haris Pertama (Senin, 9/2).
 
Menurut Haris, motif penetapan tersangka BG oleh pimpinan KPK diduga ada unsur dendam dan kental muatan politisnya. Pasalnya, Plt Sekjen PDIP Hasto Kristianto membeberkan bukti manuver Ketua KPK Abraham Samad jelang Pilpres 2014.
 

 
"Ini semakin keterkaitan bahwa KPK sudah tidak independen lagi, karena sudah menjadi alat politik. KPK punya motif dibalik target politik karena begitu mudah menetapkan seseorang sebagai tersangka," pungkasnya.

Senin siang tadi (Selasa, 9/2), hujan deras tak menyurutkan Front Revolusioner untuk memberikan dukungan penuh kepada Budi Gunawan dalam sidang Praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Ini bentuk konsistensi para pendukung Budi Gunawan.
 
Front Revolusioner adalah gabungan beberapa element yaitu, Front Indonesia Semesta (FIS), Himpunan Mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (HIMA UNJ), Sentra Aktualisasi Gerakan Mahasiswa (STIGMA), dan Gerakan Rakyat untuk Keadilan Indonesia (Gerak Indonesia). Aksi inidikomandoi oleh Koordinator Presidium Komite Aksi Mahasiswa untuk Reformasi dan Demokrasu (Kamerad). [rus]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Kematian Ali Khamenei, Jalan Iran Kembangkan Nuklir untuk Militer

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:18

May Day: Jeritan Mantan Pekerja Sritex Menagih Janji Negara

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:08

Langkah Prabowo Ratifikasi ILO 188 Jadi Momentum Perbaikan Sektor Perikanan

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:39

Hari Buruh Tak Cuma Orasi, Massa Main Games hingga Nonton Efek Rumah Kaca

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:32

DPR Akui Disparitas Upah Buruh Terlalu Jauh

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:20

Apa Perbedaan Hardiknas dan Hari Guru Nasional? Ini Sejarahnya

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:59

KSBSI: Prabowo Jadi Presiden Ketiga di Dunia yang Rayakan May Day Bareng Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:55

Google Doodle Rayakan Hari Buruh 2026, Tampilkan Ilustrasi Para Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:49

Ketua Komisi III Jamin Keamanan Aktivis saat Perjuangkan Hak Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:47

Japan Airlines Uji Coba Robot Humanoid untuk Atasi Kekurangan Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:42

Selengkapnya