Berita

hidayat nur wahid/net

Wakil Ketua MPR Berharap Pancasila Benar-Benar Jadi Budaya dalam Berbangsa

SENIN, 09 FEBRUARI 2015 | 14:37 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Tidak ditegaskannya Pancasila sebagai dasar negara di dalam UUD karena ada kekhawatiran kalau disebut dalam UUD nantinya akan diamendemen. Dan bila memang demikian kekhawatiran itu ada, maka solusinya sederhana.

"Ketika UUD 1945 diamandemen disepakati ada beberapa yang tidak boleh diubah, di antaranya Pembukaan UUD dan bentuk negara, NKRI. Maka tambahkan saja pasal dalam UUD bahwa Pancasila tak bisa diubah dengan cara apa pun," kata Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid.

Hal ini disampaikan Hidayat ketika berbicara selaku keynote speaker dan sekaligus membuka secara resmi Focus Group Discussion (FGD) di ruang Tokyo, Hotel Harmoni One, Batam (Sabtu, 7/2). FGD ini diselenggarakan oleh Badan Pengkajian MPR, sebuah badan baru sebagai alat kelengkapan MPR, bekerjasama dengan Persatuan Wartawaan Indonesia (PWI).


Hidayat menegaskan bahwa tidak satu pun menolak Pancasila sebagai ideologi dan dasar negara, dan tak satupun penulis secara ilmiah berani menyampaikan bahwa Pancasila bukan ideologi dan dasar negara.

Masalah yang dikemukakan oleh Hidayat ini menjadi salah satu pembahasan yang menarik dalam diskusi yang menghadirkan dua narasumber, yaitu Mahfud MD dan Yudi Latif. Para pembicara dalam diskusi ini tidak hanya dari kalangan anggota Badan Pengkajian, tapi juga sejumlah tokoh pers nasional.

Maka tak salah kalau Kepala Pusat Pengkajian Setjen MPR Ma’ruf Cahyono menyebutkan, FGD periode kali ini memiliki dimensi yang sangat strategis.

Dengan bekerjasama dengan media, Hidayat berharap, Pancasila semakin disebarluaskan dengan cara yang lebih komunikatif agar dikemudian hari Pancasila betul-betul menjadi budaya dalam berbangsa dan bernegara. Juga para pejabat melaksanakan Pancasila dengan sesungguhnya.

"Dan, rakyat ketika melihat para pejabat memberi teladan yang baik, maka rakyat akan mengikutinya. Karenanya rakyat akan semakin nyaman dengan Indonesia," demikian Hidayat. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Tak Ada Pintu Setop Perang Iran versus AS-Israel

Sabtu, 02 Mei 2026 | 04:02

Prabowo di Tengah Massa Buruh Tak Lagi Hadapi Kritik, tapi Terima Dukungan

Sabtu, 02 Mei 2026 | 04:00

Pertama Kali Presiden RI Dielu-elukan Buruh

Sabtu, 02 Mei 2026 | 03:28

Polri Apresiasi Massa Buruh Tertib

Sabtu, 02 Mei 2026 | 03:20

Perpres Ojol 92 Persen Bisa Picu Kenaikan Tarif

Sabtu, 02 Mei 2026 | 03:01

Jumhur Hidayat Jadi Menteri LH: Politik Merangkul untuk Mengendalikan

Sabtu, 02 Mei 2026 | 02:42

Waspada Gelombang Tinggi saat Libur Panjang Pekan Ini

Sabtu, 02 Mei 2026 | 02:19

Kaji Ulang Wacana Pemangkasan Jaminan Kesehatan Aceh

Sabtu, 02 Mei 2026 | 02:00

Perbedaan Lokasi May Day Tak Perlu Diperdebatkan

Sabtu, 02 Mei 2026 | 01:32

Perpina DKI Serukan Kepemimpinan Perempuan Berdaya

Sabtu, 02 Mei 2026 | 01:06

Selengkapnya