Berita

rini seomarno/net

Andi Widjajanto dan Rini Soemarno Bikin Jokowi dan Partai Pendukung Tak Harmonis

SENIN, 09 FEBRUARI 2015 | 10:31 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Ada pertarungan di dalam internal Istana. Pertarungan kepentingan ini terjadi karena sebagain lingkaran dalam Istana sudah semakin menjauh dari Trisakti dan Nawacita, yang selama ini digadang-gadang oleh Jokowi sebagai Capres 2014 lalu.

"Sejumlah elit terindikasi mewakili kelompok asing neolib, dan menjadi penumpang gelap yang kini semakin bergerak lincah. Sehingga tidak ada cara lain, usir mereka dari istana. Siapap un yang punya watak neolib, wakil asing, pasti tidak akan mungkin menjalankan amanat Trisakti dan Nawacita," kata aktivis Jokowi Mania (Joman), Immanuel, dalam keterangan beberapa saat lalu (Senin, 9/2).

Joman adalah bagian dari kelompok Relawan Jokowi dalam Pilpres. Namun demikian, Immanuel memastikan pihaknya tidak akan pernah ragu untuk tetap kritis terhadap pemerintahan Jokowi-JK. Apalagi, aura neolib di lingkar dalam istana begitu kental sehingga tampak dalam program-program pemerintah yang semakin menjauh dari pro rakyat.


Menurut fungsionaris Joman lainnya, Nuryaman Berry Hariyanto, setidaknya ada tiga nama di lingkar dalam Istana dan kabinet yang terindikasi Neolib. Mereka adalah Sekretaris Kabinet (Seskab) Andi Widjayanto, Menteri BUMN Rini Soemarno dan Menteri ESDM Sudirman Said.

"Andi dan Rini sengaja membentengi Presiden Jokowi dari keharmonisan dengan partai pendukung. Sehingga, sesungguhnya kedua orang ini bekerja untuk kepentingan jaringan bisnisnya, bukan untuk Presiden, apalagi untuk Indonesia," ujar Berry, yang juga aktivis 98 ini.

"Selain ketiga nama itu, Menkopolhukan Tedjo Edi patut dievaluasi karena bicara seenaknya di depan publik," sambung Berry.

Minggu kemarin (8/2), Joman menggelar aksi keliling di Bundaran HI, Jakarta Pusat. Dalam aksi ini mereka menyerukan Tiga Tuntutan. Yaitu jalankan nilai-nilai Trisakti dan Nawacita di pemerintahan; usir antek-antek Neolib dari Istana; dan segera reshuffle kabinet. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Tak Ada Pintu Setop Perang Iran versus AS-Israel

Sabtu, 02 Mei 2026 | 04:02

Prabowo di Tengah Massa Buruh Tak Lagi Hadapi Kritik, tapi Terima Dukungan

Sabtu, 02 Mei 2026 | 04:00

Pertama Kali Presiden RI Dielu-elukan Buruh

Sabtu, 02 Mei 2026 | 03:28

Polri Apresiasi Massa Buruh Tertib

Sabtu, 02 Mei 2026 | 03:20

Perpres Ojol 92 Persen Bisa Picu Kenaikan Tarif

Sabtu, 02 Mei 2026 | 03:01

Jumhur Hidayat Jadi Menteri LH: Politik Merangkul untuk Mengendalikan

Sabtu, 02 Mei 2026 | 02:42

Waspada Gelombang Tinggi saat Libur Panjang Pekan Ini

Sabtu, 02 Mei 2026 | 02:19

Kaji Ulang Wacana Pemangkasan Jaminan Kesehatan Aceh

Sabtu, 02 Mei 2026 | 02:00

Perbedaan Lokasi May Day Tak Perlu Diperdebatkan

Sabtu, 02 Mei 2026 | 01:32

Perpina DKI Serukan Kepemimpinan Perempuan Berdaya

Sabtu, 02 Mei 2026 | 01:06

Selengkapnya