Berita

am hendropriyono/net

Jawaban Lengkap AM Hendropriyono soal Kerja Sama dengan Proton

SENIN, 09 FEBRUARI 2015 | 09:11 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. AM Hendropriyono, bos PT Adiperkasa Citra Lestari, kembali menjadi bahan perbincangan belakangan ini. Kali ini, perbincangan seputar mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) itu terkait dengan Mou antara Adiperkasa dengan Proton Holdings Bhd (Malaysia).

Lebih-lebih Mou itu disaksikan langsung oleh Presiden Joko Widodo. Publik di berbagai media sosial pun mengkritik Jokowi, dan mengaitkannya kembali dengan mobil Esemka. Kedatangan Jokowi dalam MoU ini dinilai menjadi bukti bahwa selama ini soal Esemka hanyalah pencitaraan belaka.

Atas beragam kontriversi ini, Hendroriyono pun menyampaikan tanggapan. Hendro mengatakan bahwa soal membangun pabrik mobil made in Indonesia sudah menjadi cita-citanya. Dengan bersemboyan pada old soldier never die, Hendro masih ingin berbakti kepada bangsa di usia senja.


"Celakanya termasuk kepada para demagog di antara masyarakat kita," tulis Hendropriyono sebagaimana dikutip dari Tribunnews.com (Senin, 9/2). Dan inilah tanggapan lengkap dari Hendro.

"Membangun pabrik mobil made in Indonesia, sudah menjadi cita-cita saya sejak kebatalan KIA yang saya pegang, karena prinsipalnya diakuisisi oleh Hyundai. Dengan bersemboyan pada "Old Soldier Never Die", pada senja hidup saya ini saya masih ingin berbakti kepada bangsa kita, yang celakanya termasuk kepada para demagog di antara masyarakat kita.

Bakti yang saya inginkan tersebut karena pemikiran, bahwa dulu waktu bangsa kita ada yang bikin pabrik sepeda, anak bangsa negara-negara tetangga belum bisa bikin. Sekarang mereka ada yang bikin pabrik automobil, kita malah belum ada.

Bangsa kita bisa jadi pecundang, karena ada saja oknum yang tidak merasa malu menjelek-jelekkan orang lain yang dia sendiri tidak berbuat apapun untuk bangsanya. Pabrik mobil nasional (nation=bangsa) yang saya cita-citakan bukanlah mobil negara.

Kalau pabrik yang akan kami bangun dia sebut mobil nasional karena salah kaprah istilah, sebaiknya yang bersangkutan belajar dulu istilah-istilah akademik dengan benar.

Pabrik mobil asli buatan Indonesia perlu dana sangat besar, yang saya dapat pinjam dari sindikasi beberapa lembaga keuangan luar negeri. Proyek ini merupakan usaha padat karya, insya Allah bisa menampung sampai dengan 6.000 tenaga kerja, yang saya tahu jangka waktunya sangat jauh lebih lama daripada usaha property dan lain-lain yang saya geluti, dalam mendatangkan keuntungan perusahaan.

Saya cs menggandeng Proton, untuk kerjasama dalam R and D dan teknik. Atas dasar itu akan lebih efisien bagi kita, dalam membangun infrastruktur beserta gelar after sale dan networking-nya. Kerjasama ini sifatnya B to B. Kami swasta, Proton juga kini swasta.

Kita harus berterimakasih kepada Presiden Jokowi yang mau diajak PM Najib dan Tun Mahathir, menyaksikan anak-anak bangsa dari ke dua negaranya membangun kerjasama menghadapi tantangan negara-negara maju. Demikian seyogyanya sebagai pemerintah memacu semangat rakyatnya, untuk bersama-sama membangun negaranya sendiri.

Obama pun di Bali menyaksikan, kawan kita swasta bertransaksi dengan Boeing Amerika. Itu karena kita beli, apalagi ini yang karena kita mau membangun pabrik sendiri."
[ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Tak Ada Pintu Setop Perang Iran versus AS-Israel

Sabtu, 02 Mei 2026 | 04:02

Prabowo di Tengah Massa Buruh Tak Lagi Hadapi Kritik, tapi Terima Dukungan

Sabtu, 02 Mei 2026 | 04:00

Pertama Kali Presiden RI Dielu-elukan Buruh

Sabtu, 02 Mei 2026 | 03:28

Polri Apresiasi Massa Buruh Tertib

Sabtu, 02 Mei 2026 | 03:20

Perpres Ojol 92 Persen Bisa Picu Kenaikan Tarif

Sabtu, 02 Mei 2026 | 03:01

Jumhur Hidayat Jadi Menteri LH: Politik Merangkul untuk Mengendalikan

Sabtu, 02 Mei 2026 | 02:42

Waspada Gelombang Tinggi saat Libur Panjang Pekan Ini

Sabtu, 02 Mei 2026 | 02:19

Kaji Ulang Wacana Pemangkasan Jaminan Kesehatan Aceh

Sabtu, 02 Mei 2026 | 02:00

Perbedaan Lokasi May Day Tak Perlu Diperdebatkan

Sabtu, 02 Mei 2026 | 01:32

Perpina DKI Serukan Kepemimpinan Perempuan Berdaya

Sabtu, 02 Mei 2026 | 01:06

Selengkapnya