Berita

ilustrasi/net

HARI PERS NASIONAL

Menanti Komitmen dan Perjuangan Pers di Bidang Demokrasi Ekonomi

SENIN, 09 FEBRUARI 2015 | 07:19 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Tidak dapat dipungkiri,  perjuangan Pers Indonesia sangat besar kontribusinya dalam penciptaan demokrasi politik sejak pra-kemerdekaan hingga kini.

"Berkat Perjuangan pers, Indonesia kini menjadi negara terdemokratis di bidang demokrasi politik dibanding dengan negara manapun, termasuk Amerika dan Eropa sekalipun," kata Wakil Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin), Mohamad Sukri, kepada Kantor Berita Politik RMOL beberapa saat lalu (Senin, 9/2).

Namun sejak dulu hingga kini, dalam pengamatan Sukri, berbagai media didominasi warta demokrasi politik, yang terkait dengan isu politik, hukum, HAM, serta pertahanan dan keamanan. Sedangkan porsi warta demokrasi ekonomi porsinya sangat langka, bahkan dibanding dengan porsi warta olahraga dam hiburan


"Jadi wajar saja jika pers Indonesia dipersepsikan mewakili gerakan kapitalis di kalangan pegiat koperasi," ungkap Sukri.

Di kalangan gerakan ekonomi konstitusi, lanjut Sukri, kerap muncul praduga negatif, bahwa pers Indonesia seakan menjauhkan rakyat terhadap pemahaman ekonomi konstitusinya. Entah karena para jurnalisnya belum menyadari bahwa stabilitas nasional itu ibarat mata uang; satu sisi demokrasi politik, sisi lainnya adalah demokrasi ekonomi.

"Pers Indonesia seakan bungkam kala negeri ini tidak memiliki perangkat hukum bernama UU Sistem Perekonomian Nasional, padahal di Konstitusi (UUD) dan Tap MPR telah diatur dan diterbitkan untuk diundangkan," ungkap Sukri.

Di Hari Pers Nasional ini (9/2), Sukri berharap menjadi titik kilas balik pers Indonesia untuk menuntaskan perjuangannya mewujudkan demokrasi ekonomi konstitusi, yang diyakini banyak pihak sebagai solusi atasi berbagai masalah ekonomi bangsa. Karena memang hingga kini negara belum memiliki sistem perekonomian karena selalu abaikan amanat konstitusinya. [ysa] 

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Tak Ada Pintu Setop Perang Iran versus AS-Israel

Sabtu, 02 Mei 2026 | 04:02

Prabowo di Tengah Massa Buruh Tak Lagi Hadapi Kritik, tapi Terima Dukungan

Sabtu, 02 Mei 2026 | 04:00

Pertama Kali Presiden RI Dielu-elukan Buruh

Sabtu, 02 Mei 2026 | 03:28

Polri Apresiasi Massa Buruh Tertib

Sabtu, 02 Mei 2026 | 03:20

Perpres Ojol 92 Persen Bisa Picu Kenaikan Tarif

Sabtu, 02 Mei 2026 | 03:01

Jumhur Hidayat Jadi Menteri LH: Politik Merangkul untuk Mengendalikan

Sabtu, 02 Mei 2026 | 02:42

Waspada Gelombang Tinggi saat Libur Panjang Pekan Ini

Sabtu, 02 Mei 2026 | 02:19

Kaji Ulang Wacana Pemangkasan Jaminan Kesehatan Aceh

Sabtu, 02 Mei 2026 | 02:00

Perbedaan Lokasi May Day Tak Perlu Diperdebatkan

Sabtu, 02 Mei 2026 | 01:32

Perpina DKI Serukan Kepemimpinan Perempuan Berdaya

Sabtu, 02 Mei 2026 | 01:06

Selengkapnya