Berita

jokowi/net

Gerindra: Jokowi dan Mobil Esemka Ibarat Kacang Lupa Kulit

SABTU, 07 FEBRUARI 2015 | 21:17 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Presiden Joko Widodo sangat tidak tepat menghadiri penandatanganan kerjasama antara PT Proton Holdings dengan perusahaan milik AM Hendropriyono PT Adiperkasa Citra Lestari. Lebih-lebih masyarakat Indonesia tengah dibuat tersinggung oleh iklan salah satu produk di Malaysia yang dinilai rasis serta menghina para Tenaga Kerja Indonesia (TKI).

"Iklan berjudul Pecat Pembantu Indonesia sangat merendahkan dan melukai perasaan rakyat Indonesia. Seharusnya Jokowi tidak menghadiri acara itu sebagai bentuk perwakilan rasa ketersinggungan rakyat," kata anggota Komisi I DPR dari Fraksi Gerindra, Elnino Husein Mohi, dalam keterangan beberapa saat lalu (Sabtu, 7/2).

Selain itu, lanjut Elnino, Jokowi juga dinilai tidak melakukan uji kelayakan bisnis secara komprehensif. Sebab, kondisi bisnis Proton saat ini tengah merosot dan kalah bersaing oleh produk dari Jepang maupun Korea Selatan.


"Di Malaysia sendiri Proton anjlok omsetnya dari 50 persen menjadi hanya 21 persen. Kenapa tidak kerjasama dengan Jepang atau Jerman sekalian?" tandas Elnino.

Anggota dewan asal Gorontalo ini juga menyayangkan sikap Jokowi yang terkesan melupakan Esemka sebagai upaya pengembangan mobil nasional. Padahal, Esemka yang diketahui sebagai karya anak bangsa yang "low cost green car" adalah produk yang melambungkan popularitas Jokowi kala itu.

"Waktu itu Jokowi mewakili rasa rindu raykat yang ingin memiliki mobil 100 persen Indonesia. Namun saat menjabat Presiden yang memiliki kewenangan sangat besar, justru seperti kacang yang lupa akan kulitnya," demikian Elnino. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Tak Ada Pintu Setop Perang Iran versus AS-Israel

Sabtu, 02 Mei 2026 | 04:02

Prabowo di Tengah Massa Buruh Tak Lagi Hadapi Kritik, tapi Terima Dukungan

Sabtu, 02 Mei 2026 | 04:00

Pertama Kali Presiden RI Dielu-elukan Buruh

Sabtu, 02 Mei 2026 | 03:28

Polri Apresiasi Massa Buruh Tertib

Sabtu, 02 Mei 2026 | 03:20

Perpres Ojol 92 Persen Bisa Picu Kenaikan Tarif

Sabtu, 02 Mei 2026 | 03:01

Jumhur Hidayat Jadi Menteri LH: Politik Merangkul untuk Mengendalikan

Sabtu, 02 Mei 2026 | 02:42

Waspada Gelombang Tinggi saat Libur Panjang Pekan Ini

Sabtu, 02 Mei 2026 | 02:19

Kaji Ulang Wacana Pemangkasan Jaminan Kesehatan Aceh

Sabtu, 02 Mei 2026 | 02:00

Perbedaan Lokasi May Day Tak Perlu Diperdebatkan

Sabtu, 02 Mei 2026 | 01:32

Perpina DKI Serukan Kepemimpinan Perempuan Berdaya

Sabtu, 02 Mei 2026 | 01:06

Selengkapnya