Berita

joko widodo/net

Politik

Tokoh Agama Desak Jokowi Tegas

KAMIS, 05 FEBRUARI 2015 | 19:25 WIB | LAPORAN:

Tokoh lintas agama mendesak Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengambil sikap guna menuntaskan kisruh Polri dengan Komisi Pemberantasan Korupsi.

"Kami mengetuk nurani Presiden untuk tidak ragu-ragu mengambil langkah yang tegas, cepat dan tepat. Untuk mengakhiri dan menyelesaikan perselisihan dan kemelut antara KPK dengan Polri sesuai konstitusi," kata Ketua Umum PBNU KH. Said Aqil Siradj dalam jumpa pers bersama tokoh lintas agama di kantornya, Jalan Kramat Raya, Jakarta (Kamis, 5/2).

Dia menjelaskan, Presiden Jokowi tidak perlu ragu mengambil keputusan tegas untuk menyelesaikan kisruh Polri dengan KPK. Dengan syarat, sikap tegas yang diambil berangkat dari ketulusan hati nurani bukan untuk kepentingan tertentu.


"Menyerukan Presiden untuk mengangkat kepemimpinan Polri dengan mengutamakan kredibilitas, integritas, dan kapabilitas," beber Kiai Said.

Selain itu, para tokoh lintas agama juga mendukung institusi KPK maupun Polri untuk menjalankan tugasnya menegakan hukum dalam kerangka pemberantasan korupsi di Indonesia, dan meningkatkan akuntabilitas masing-masing.

"Mendorong semua pihak agar menghentikan kriminalisasi, dan tidak menjadikan KPK dan Polri sebagai alat kepentingan politik individu dan kelompok," demikian Kiai Said.

Selain Kiai Said, tokoh lintas agama yang menandatangani pernyataan seruan moral untuk Presiden Jokowi antara lain intelektual dan tokoh agama Shikh HS Dillon, perwakilan Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI) Romo Ignatius Harianto, dan Direktur Indonesian Conference and Religion for Peace (ICRP) Ulil Abshar Abdallah.

Serta perwakilan-perwakilan dari Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI), Majelis Budhayana Indonesia, perwakilan Syiah, Komunitas Shikh Tangerang Selatan, perwakilan agama Tao, Persatuan Gereja Indonesia (PGI), Persatuan Warga Kerohanian Sapta Dharma (Persada), perwakilan Ahmadiyah, dan Komnas HAM. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

Pakai Jaket Gojek Mulyono di Sidang Pledoi, Nadiem Ingin Seret Jokowi?

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:18

UPDATE

BNI Ingatkan Nasabah, Waspada Modus Penipuan BNIdirect

Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:06

Diduga Palsukan KTA, Sekjen dan Waketum PPP Dipolisikan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:47

DPR Nilai Dukungan Publik terhadap Program MBG Tetap Kuat Meski Diterpa Kasus Korupsi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:09

Seleksi Pejabat Kemenag Kini Makin Ketat, Rekam Jejak Jadi Penentu

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:04

Soal Protes Kenaikan BBM, DPR Ingatkan Harga di Indonesia Masih Relatif Murah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:34

Program Padat Karya Jaga Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:29

Kejagung: Motor Listrik MBG Bukan untuk Disita, Tapi Segera Disalurkan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:24

LEMIGAS dan Pertagas Resmi Berkolaborasi di Proyek Cisem II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:55

Fernando Emas: Waspada Reformasi 1998 Jilid II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:51

Bank Mandiri Siapkan Rp1,95 Triliun untuk Lunasi Green Bond Seri A

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:33

Selengkapnya