Berita

DEMO BURUH/ZULFAHMI/RMOLJAKARTA

Ratusan Buruh Demo di Kantor Walikota Jakarta Timur

KAMIS, 05 FEBRUARI 2015 | 15:14 WIB

Ratusan Buruh PT. Wintrad Jaya yang di-PHK secara sepihak, mendatangi Kantor Walikkota Jakarta Timur. Mereka meminta agar Suku Dinas Tenaga Kerja Jakarta Timur turun tangan untuk membantu permasalahan mereka.

Menurut Bambang, selaku Kordinator lapangan aksi demo tersebut, menjelaskan bahwa PT. Wintrad telah melakukan tindakan one prestasi. Karena perusahaan tersebut telah mem-PHK secara sepihak lebih dari 300 orang karyawanya tanpa pesangon.

"Semestinya PT. Wintrad memberikan hak para buruh sebagaimana mestinya, jika perusahaan itu ingin memberhentikan mereka," ungkap Bambang yang juga merupakan aktivis Konfrondesi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) saat ditemui RMOLJakarta dilokasi demo, Kamis (5/2).


Sesuai kontrak, lanjut Bambang, sebagian besar dari buruh tersebut baru akan berakhir masa kontraknya enam bulan kedepan. Namun sejak Desember 2014 lalu atau sebelum masa enam bulan, para buruh tersebut telah diberhentikan secara sepihak.

"Seharusnya, para buruh tersebut berhak mendapatkan gaji mereka sampai berakhir masa kontraknya," tutur Bambang.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, para buruh meminta Suku Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Jakarta Timur agar membantu menyelesaikan permasalahan mereka. Pasalnya, para buruh tersebut sebelumnya telah melaporkan permasalah mereka ini ke instansi tersebut.

"Aparat Suku Dinas Ketenaga Kerjaan jangan hanya duduk dibelakang meja saja. Coba perhatikan nasib kami ini. Turun ke lapangan," ujar seorang demonstran dalam orasinya.

Dalam orasinya, para demontran menyatakan ingin ditemui Walikota Jakarta Timur, Bambang Musyawardana. Mereka juga meminta agar permasalahan mereka cepat diselaikan.

"Jika tidak kami akan laporkan ke Ahok," tandas demonstran dalam orasinya.

Aksi ratusan buruh tersebut, sempat menimbulkan kemacetan. Karena, para demontstran menutup satu jalur di Jalan Dr. Soemarno yang berada didepan kantor Walikota Jakarta Timur. Untuk menghindari kemacetan yang lebih parah, aparat kepolisianpun terpaksa mengalihkan pengguna jalan ke jalur bus TransJakarta. [zulfahmi jamba/sim/jkt/adm]


Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

DPR Dukung Pasutri Gugat Aturan Kuota Internet Hangus ke MK

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:51

Partai Masyumi: Integritas Lemah Suburkan Politik Ijon

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:28

Celios Usulkan Efisiensi Cegah APBN 2026 Babak Belur

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:09

Turkmenistan Legalkan Kripto Demi Sokong Ekonomi

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:39

Indonesia Kehilangan Peradaban

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:18

Presiden Prabowo Diminta Masifkan Pendidikan Anti Suap

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:11

Jalan dan Jembatan Nasional di 3 Provinsi Sumatera Rampung 100 Persen

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:55

Demokrat: Diam Terhadap Fitnah Bisa Dianggap Pembenaran

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:42

China Hentikan One Child Policy, Kini Kejar Angka Kelahiran

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:44

Ide Koalisi Permanen Pernah Gagal di Era Jokowi

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:22

Selengkapnya