Berita

ilustrasi/net

Bank BUMN Tertinggal Bank Negara Tetangga

KAMIS, 05 FEBRUARI 2015 | 09:23 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Posisi bank BUMN relatif masih tertinggal bila dibandingkan dengan 15 bank top yang ada di ASEAN.

Dari sisi aset misalnya, Bank Mandiri berada di urutan 11 dengan total aset 60,2 miliar AS. (Baca: Cabang Bank Asing di Indonesia Semakin Mendominasi).

Bank Mandiri berada di bawah Bank DBS (318,4 miliar dolar AS), OCBC (268,1 miliar dolar AS), UOB (225,2 miliar dolar AS), Maybank (170,8 miliar dolar AS), CIMB (113 miliar dolar AS), Publik (93,2 miliar dolar AS), Bangkok Bank (79,4 miliar dolar AS), SCB (77,5 miliar dolar AS), KTB (76,9 miliar dolar AS), K-Bank (70 miliar dolar AS).


Untuk  BRI, berada di urutan ke-13 dengan total aset mencapai 51,5 miliar dolar AS.

Pun demikian, dari sisi equity dan market cap, Bank Mandiri maupun BRI masih berada di bawah bank-bank lain milik Singapura, Malaysia dan Thailand. (Baca juga: Perbankan Nasional Tak Lagi Jadi Tuan Rumah di Negeri Sendiri).

Berdasarkan data Bloomberg pada September 2013, di antara penyebab ketertinggalan ini adalah karena proses konsolidasi perbankan nasional yang relatif tertinggal dibandingkan negara lain. Konsolidasi bank-bank domestik merupakan langkah yang telah dilakukan di negara-negara tetangga yang menjadikan bank-bank tersebut mampu bersaing di level regional

Hingga tahun 2013, bank domestik di Singapura hanya tiga bank. Sementara bank domestik Korea 18 bank, dan bank domestik Malaysia 8 bank. Indonesia, hingga 2013, memiliki 120 bank domestik. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Tak Ada Pintu Setop Perang Iran versus AS-Israel

Sabtu, 02 Mei 2026 | 04:02

Prabowo di Tengah Massa Buruh Tak Lagi Hadapi Kritik, tapi Terima Dukungan

Sabtu, 02 Mei 2026 | 04:00

Pertama Kali Presiden RI Dielu-elukan Buruh

Sabtu, 02 Mei 2026 | 03:28

Polri Apresiasi Massa Buruh Tertib

Sabtu, 02 Mei 2026 | 03:20

Perpres Ojol 92 Persen Bisa Picu Kenaikan Tarif

Sabtu, 02 Mei 2026 | 03:01

Jumhur Hidayat Jadi Menteri LH: Politik Merangkul untuk Mengendalikan

Sabtu, 02 Mei 2026 | 02:42

Waspada Gelombang Tinggi saat Libur Panjang Pekan Ini

Sabtu, 02 Mei 2026 | 02:19

Kaji Ulang Wacana Pemangkasan Jaminan Kesehatan Aceh

Sabtu, 02 Mei 2026 | 02:00

Perbedaan Lokasi May Day Tak Perlu Diperdebatkan

Sabtu, 02 Mei 2026 | 01:32

Perpina DKI Serukan Kepemimpinan Perempuan Berdaya

Sabtu, 02 Mei 2026 | 01:06

Selengkapnya