Berita

puan maharani/net

Puan Maharani Ajak Diplomat Juga Promosikan Produk Budaya

RABU, 04 FEBRUARI 2015 | 15:33 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Warga negara Indonesia yang berada di luar negeri, terutama yang bekerja sebagai diplomat, harus ikut bergotong royong membangun Indonesia yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian.

Demikian ajakan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani. Ajakan ini disampaikan Puan saat menjadi pembicara kunci dalam rapat kerja bersama para diplomat Indonesia di luar negeri, di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Rabu (4/2).

Para diplomat Indonesia sebelumnya mendapatkan arahan dari Presiden Joko Widodo.


"Kita berkumpul hari ini bersama para diplomat, wakil terbaik bangsa ini, untuk berdiskusi terkait politik luar negeri, strategi kebijakan luar negeri dan perlunya perubahan mental diplomat Indonesia sebagai perwakilan RI dalam membawa kepentingan Indonesia di luar negeri," kata Puan.

Puan mengatakan, pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla mengusung sembilan agenda strategis yang dinamakan Nawa Cita. Agenda Nawa Cita, hanya dapat terwujud jika mendapat dukungan dari seluruh warga negara.

Namun, kata Puan, perubahan mental menjadi faktor yang sangat penting sebelum agenda Nawa Cita dijalankan secara bergotong royong oleh seluruh warga negara. Itu mengapa, pentingnya keberadaan para diplomat atau perwakilan pemerintah di luar negeri.

"Saya berharap perwakilan Republik Indonesia di luar negeri berperan aktif memperkenalkan dan menjalankan gagasan Revolusi Mental bersama masyarakat Indonesia di luar negeri, khususnya pelajar dan mahasiswa dalam rangka memperkuat karakter dan jati diri bangsa," kata Puan.

Menurut Puan lagi, para diplomat dapat berperan mensosialisasikan keberhasilan pelaksanaan program-program pemerintah, termasuk di bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan. Salah satu bentuk nyata yang dapat dilakukan para diplomat adalah menjadi wakil pemerintah dalam promosi produk-produk budaya.

"Dengan demikian, kita akan memperkuat produktifitas dan inovasi di dalam negeri dan sekaligus menjadikan budaya nasional terus tumbuh dan berkembang. Inilah Revolusi Mental dalam bentuk nyata yaitu membangun kekuatan ekonomi nasional berbasiskan pada budaya nasional," ujar Puan.

Secara bersamaan, kata puan, para diplomat Indonesia juga harus menjadi garda terdepan untuk melayani secara maksimal warga Indonesia di luar negeri. Salah satu bentuk yang dilakukan misalnya memberikan perlindungan dan kesempatan kerja bagi tenaga kerja migran.

"Dan tugas para diplomat terakhir yang yang juga tidak kalah penting adalah menghimbau kepada para mahasiswa Indonesia yang telah selesai pendidikan agar kembali ke Tanah Air. Ajak mereka untuk bergotong royong membangun bangsa," ujar Puan. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Tak Ada Pintu Setop Perang Iran versus AS-Israel

Sabtu, 02 Mei 2026 | 04:02

Prabowo di Tengah Massa Buruh Tak Lagi Hadapi Kritik, tapi Terima Dukungan

Sabtu, 02 Mei 2026 | 04:00

Pertama Kali Presiden RI Dielu-elukan Buruh

Sabtu, 02 Mei 2026 | 03:28

Polri Apresiasi Massa Buruh Tertib

Sabtu, 02 Mei 2026 | 03:20

Perpres Ojol 92 Persen Bisa Picu Kenaikan Tarif

Sabtu, 02 Mei 2026 | 03:01

Jumhur Hidayat Jadi Menteri LH: Politik Merangkul untuk Mengendalikan

Sabtu, 02 Mei 2026 | 02:42

Waspada Gelombang Tinggi saat Libur Panjang Pekan Ini

Sabtu, 02 Mei 2026 | 02:19

Kaji Ulang Wacana Pemangkasan Jaminan Kesehatan Aceh

Sabtu, 02 Mei 2026 | 02:00

Perbedaan Lokasi May Day Tak Perlu Diperdebatkan

Sabtu, 02 Mei 2026 | 01:32

Perpina DKI Serukan Kepemimpinan Perempuan Berdaya

Sabtu, 02 Mei 2026 | 01:06

Selengkapnya