. Dua tahun lalu, tepatnya 7 September 2013, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Abraham Samad, benar-benar menjadi bintang di acara PDI Perjuangan.
Saat itu, PDI Perjuangan sedang menggelar acara Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Econvetion, Ancol, Jakarta (Sabtu, 7/9). Rakernas ketika itu ramai dengan persiapan menghadapi Pilpres 2014.
Dalam Rakernas, mulai muncul secara resmi usulan dari beberapa daerah untuk mencalonkan Jokowi sebagai presiden. Namun akhirnya, secara resmi pula, Rakernas ditutup tanpa pengumuman capres yang akan diusung.
Kembali ke Samad, pada hari Sabtu menjelang siang itu, ia diberi kesempatan untuk berbicara terkait dengan pemberantasan korupsi. Dalam momentum itu, kader PDI Perjuangan pun diberi kesempatan untuk melontarkan beberapa pertanyaan kepada Samad.
Salah satu kader PDI Perjuangan menanyakan kepada Samad, kenapa ada orang yang menjadi tersangka tapi tak kunjung ditahan. Di luar dugaan Samad ternyata merespons pertanyaan itu.
"Saya sudah tahu siapa maksudnya," ujar Samad di Econvetion, Ancol, Jakarta (Sabtu, 7/9/2013)
Samad menyatakan, arah pertanyaan ditujukan untuk dua tersangka kasus korupsi proyek Hambalang. Mereka adalah bekas Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Alifian Mallarangeng dan mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum.
Samad pun memastikan tak ada diskriminasi terhadap para tersangka yang telah ditetapkan sebagai tersangka di KPK. Menurut Samad, lembaganya mesti berhati-hati untuk menahan seorang tersangka. Sebab, ada masa penahanan selama 120 hari.
Menurut Samad, jika KPK tak bisa membuktikan kerugian negara dan tak segera melimpahkan berkas dakwaan dan tuntutan ke pengadilan, maka para tahanan dikhawatirkan bakal bebas demi hukum.
"Jadi, ini soal teknis," kata Samad
Namun, sesuai SOP KPK, Samad memastikan seseorang yang ditetapkan sebagai tersangka bakal segera menyandang status tahanan.
"Jadi tidak usah khawatir karena dua orang dari partai pemenang pemilu ini pasti kita tahan. Mudah-mudahan minggu depan, soalnya saya belum bertemu Deputi Penindakannya," tegas Samad.
Belakangan, hubungan Samad dengan PDI Perjuangan menjadi tegang dan panas. Ketegangan bermula ketika KPK menetapkan Budi Gunawan sebagai tersangka. Budi Gunawan merupakan calon Kapolri yang diajukan Presiden Joko Widodo kepada DPR, dan disebut-sebut sebagai "titipan" PDI Perjuangan.
Pelaksana Tugas Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, pun berkata bahwa ia beberapa kali menggelar pertemuan dengan Samad, jelang Pilpres 2014. Dalam pertemuan itu ada dua hal yanf dibicarakan, yaitu semacam janji untuk melindungi kader PDI Perjuangan yang bermasalah secara hukum dan juga kehendak untuk menjadi Cawapres Jokowi.
[ysa]