Berita

foto net

Benarkah Geng Solo di Balik Rencana Besar Dirikan Partai untuk Jokowi

RABU, 04 FEBRUARI 2015 | 11:37 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Wacana membuat partai baru bagi Joko Widodo bisa sekedar emosi sesaat dari sebagian relawan yang kecewa karena PDI Perjuangan dianggap terlalu memaksakan kehendak, terutama dalam hal pencalonan Kapolri.

Namun bisa juga wacana ini merupakan bagian dari rencana besar, yang memang tersusun secara sistematis dan terstruktur. Agenda besar ini bisa jadi dibikin dengan tujuan beragam, mulai dari idealisme mau menjaga Jokowi dari intervensi partai yang oligarkis maupun alasan opurtunistik yang mau memanfaatkan posisi Jokowi untuk meraih insentif politik dan ekonomi, baik di sejumlah BUMN atau jabatan politik yang lain.

Muncul kabar, bila memang ini serius, maka kelompok yang berada di balik wacana ini adalah Geng Solo. Geng Solo yang dimaksud tentu saja bukan Ketua DPC Projo Solo, Sugeng Setyadi, yang mulai mewacanakan di "panggung terbuka" agar relawan bermetamorfois menjadi partai. Boleh dikatakan, Sugeng ini hanyalah "pemain figuran dalam drama yang lebih besar."


Bahkan, disebutkan dalam kabar itu, sejatinya para relawan Projo secara nasional pun tidak ngeh dengan agenda besar untuk mengambil sosok Jokowi dari PDI Perjuangan ini.

Geng Solo ini, yang bukan semata merujuk pada orang Solo, disebut-sebut sebagai bagian dari salah satu mesin pemenangan Jokowi-JK dalam Pilpres. Bahkan mereka juga dikabarkan menjadi salah satu mesin penampung dana kampanye untuk disebar ke berbagai relawan. Gerakannya begitu halus, dan tak pernah muncul di panggung utama pertunjukan politik yang penuh hiruk-pikuk.

Geng Solo ini juga disebutkan memiliki jaringan luas ke pengusaha nasional yang berada di Jakarta. Hubungan pengusaha-Geng Solo ini terbilang cukup rapi dan tak mudah dilacak.

Pertanyaan lain yang masih menggantung; Apakah Jokowi tak tahu rencana ini atau justru menjadi bagian dari pembuat skenarionya? [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Tak Ada Pintu Setop Perang Iran versus AS-Israel

Sabtu, 02 Mei 2026 | 04:02

Prabowo di Tengah Massa Buruh Tak Lagi Hadapi Kritik, tapi Terima Dukungan

Sabtu, 02 Mei 2026 | 04:00

Pertama Kali Presiden RI Dielu-elukan Buruh

Sabtu, 02 Mei 2026 | 03:28

Polri Apresiasi Massa Buruh Tertib

Sabtu, 02 Mei 2026 | 03:20

Perpres Ojol 92 Persen Bisa Picu Kenaikan Tarif

Sabtu, 02 Mei 2026 | 03:01

Jumhur Hidayat Jadi Menteri LH: Politik Merangkul untuk Mengendalikan

Sabtu, 02 Mei 2026 | 02:42

Waspada Gelombang Tinggi saat Libur Panjang Pekan Ini

Sabtu, 02 Mei 2026 | 02:19

Kaji Ulang Wacana Pemangkasan Jaminan Kesehatan Aceh

Sabtu, 02 Mei 2026 | 02:00

Perbedaan Lokasi May Day Tak Perlu Diperdebatkan

Sabtu, 02 Mei 2026 | 01:32

Perpina DKI Serukan Kepemimpinan Perempuan Berdaya

Sabtu, 02 Mei 2026 | 01:06

Selengkapnya