Berita

jokowi/net

WACANA PARTAI JOKOWI

Peluang Jokowi Bikin Partai Semakin Terbuka Ketika PDIP Kian Bikin Tak Nyaman

RABU, 04 FEBRUARI 2015 | 10:56 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Dari sisi politik, potensi Presiden Joko Widodo untuk mendirikan partai politik baru sangat terbuka sangat lebar. Lebih-lebih Jokowi memiliki modal sosial yang sangat kuat dalam Pilpres 2014.

"Jaringan relawan Jokowi dalam Pilpres 2014 tersebar luas, baik di tingkat nasional sampai ke daerah," kata pengamat politik dari Lingkaran Survei Indonesia (LSI), Adjie Al-Faraby, kepada Kantor Berita Politik RMOL beberapa saat lalu (Rabu, 4/2).

Relawan itu, ungkap Adjie, mendukung Jokowi dalam Pilpres bukan karena Jokowi kader PDI Perjuangan. Mereka medukung Jokowi karena melihat Jokowi secara personal yang dinilai bisa membawa perubahan bagi Indonesia.


Potensi Jokowi mendirikan partai baru, lanjut Adjie, akan semakin terbuka bila Jokowi semakin merasa tidak nyaman dengan PDI Perjuangan. PDI Perjuangan misalnya memaksakan kehendak yang berbeda dengan rencana Jokowi yang mendapat dukungan luas dari publik.

Diketahui, belakangan wacana pendirian partai Jokowi ini semakin kuat setelah Ketua DPC Projo Solo, Sugeng Setyadi, mengatakan Ormas pendukung Jokowi dalam Pilpres itu siap bermetamorfosis menjadi partai politik. Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi pun mengaku banyak cabang meminta hal yang sama.

Sementara Ketua DPP PDI Perjuangan-nonaktif, Puan Maharani, mempersilakan Jokowi bila ingin membuat partai baru. Sebab mendirikan partai baru merupakan hak politik setiap warga negara. Namun hingga saat ini, Puan memastikan Jokowi masih kader PDIP. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Tak Ada Pintu Setop Perang Iran versus AS-Israel

Sabtu, 02 Mei 2026 | 04:02

Prabowo di Tengah Massa Buruh Tak Lagi Hadapi Kritik, tapi Terima Dukungan

Sabtu, 02 Mei 2026 | 04:00

Pertama Kali Presiden RI Dielu-elukan Buruh

Sabtu, 02 Mei 2026 | 03:28

Polri Apresiasi Massa Buruh Tertib

Sabtu, 02 Mei 2026 | 03:20

Perpres Ojol 92 Persen Bisa Picu Kenaikan Tarif

Sabtu, 02 Mei 2026 | 03:01

Jumhur Hidayat Jadi Menteri LH: Politik Merangkul untuk Mengendalikan

Sabtu, 02 Mei 2026 | 02:42

Waspada Gelombang Tinggi saat Libur Panjang Pekan Ini

Sabtu, 02 Mei 2026 | 02:19

Kaji Ulang Wacana Pemangkasan Jaminan Kesehatan Aceh

Sabtu, 02 Mei 2026 | 02:00

Perbedaan Lokasi May Day Tak Perlu Diperdebatkan

Sabtu, 02 Mei 2026 | 01:32

Perpina DKI Serukan Kepemimpinan Perempuan Berdaya

Sabtu, 02 Mei 2026 | 01:06

Selengkapnya