Berita

fahmi al habsy/net

WACANA PARTAI JOKOWI

Deklarator PDIP Projo: Indonesia Baru yang Ditunggu Rakyat dari Jokowi, Bukan Partai Baru

RABU, 04 FEBRUARI 2015 | 07:51 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Benih partai baru memang mulai bermunculan, salah satunya dari basis relawan pendukung Jokowi di Pilpres 2014 silam, Ormas Pro Jokowi (Projo).

Ketua DPC Ormas Projo Solo, Sugeng Setyadi bahkan berani bicara lahirnya partai baru 'Pro Jokowi' tersebut, dan tinggal menunggu peluit. Siapa peniup peluitnya, sampai kini masih dirahasiakan.

Kader PDI Perjuangan yang juga salah satu inisiator gerakan PDIP Projo tanggal 21 Desember 2013 Fahmi Habsyi mengungkapkan pandangan berbeda tentang rencana pembentukan partai Pro Jokowi. Fahmi menegaskan, PDIP Projo dideklarasikan sebagai dialektika politik internal ketika Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri belum memutuskan apa-apa.


"Dan setelah Bu Mega capreskan Jokowi, sebagai kader kita tegak lurus mengawalnya hingga saat ini. Sejak Bu Mega capreskan Jokowi saya tidak aktif lagi dalam ormas," kata Fahmi kepada Kantor Berita Politik RMOL beberapa saat lalu (Rabu, 4/2).

"Bagi saya Jokowi itu salah satu catatan emas sejarah tentang kesuksesan sebuah partai mendorong kadernya menerima estafet kepemimpinan nasional. Coba dari era Sukarno hingga saat ini, adakah mantan presiden Indonesia dan partai yang sukses siapkan kadernya jadi Presiden? Ruhnya PDI Perjuangan ada dalam semangat Marhaen Jokowi," ujar Fahmi lagi.

Fahmi melanjutkan, kerelaan dan kecerdasan emosional  Megawati dan kader PDIP yang lain tidak memaksakan diri maju sebagai presiden ataupun sebagai wapres bersama capres yang lain, ternyata menjadi penghalang kemenangan lawan politik PDIP saat pilpres dan pileg.

"Saya pikir partai kader seperti ini  yang ditakuti lawan politik tahun 2019," tandasnya

Direktur Eksekutif Pusaka Trisakti ini mengatakan bahwa Jokowi sadar  yang dibutuhkan saat ini dukungan partai-partai yang punya kursi  di parlemen dan komunikasi politik yang baik dengan semua partai agar program  bisa berjalan. Termasuk dengan PDI Perjuangan sebagai fondasi dasar kawah candradimuka Jokowi yang diusung sejak dari Solo, DKI hingga jadi Presiden.

"Jika kerja Jokowi sukses memimpin NKRI maka PDIP  ikut harum, tapi jika Jokowi gagal maka PDIP ikut kena getahnya tahun 2019. Kontrak Jokowi dengan rakyat ini yang harus dikawal PDIP dan ormas-ormas relawan agar Jokowi diperpanjang kontraknya oleh rakyat 2019-2024. Menurut saya Indonesia Baru yang ditunggu rakyat dari energi Jokowi saat ini," demikian Fahmi. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Tak Ada Pintu Setop Perang Iran versus AS-Israel

Sabtu, 02 Mei 2026 | 04:02

Prabowo di Tengah Massa Buruh Tak Lagi Hadapi Kritik, tapi Terima Dukungan

Sabtu, 02 Mei 2026 | 04:00

Pertama Kali Presiden RI Dielu-elukan Buruh

Sabtu, 02 Mei 2026 | 03:28

Polri Apresiasi Massa Buruh Tertib

Sabtu, 02 Mei 2026 | 03:20

Perpres Ojol 92 Persen Bisa Picu Kenaikan Tarif

Sabtu, 02 Mei 2026 | 03:01

Jumhur Hidayat Jadi Menteri LH: Politik Merangkul untuk Mengendalikan

Sabtu, 02 Mei 2026 | 02:42

Waspada Gelombang Tinggi saat Libur Panjang Pekan Ini

Sabtu, 02 Mei 2026 | 02:19

Kaji Ulang Wacana Pemangkasan Jaminan Kesehatan Aceh

Sabtu, 02 Mei 2026 | 02:00

Perbedaan Lokasi May Day Tak Perlu Diperdebatkan

Sabtu, 02 Mei 2026 | 01:32

Perpina DKI Serukan Kepemimpinan Perempuan Berdaya

Sabtu, 02 Mei 2026 | 01:06

Selengkapnya