Berita

Brigjen Boy Rafli Amar

Wawancara

WAWANCARA

Brigjen Boy Rafli Amar: Masa Tugas Saya Sebagai Jubir Mabes Polri Hingga Akhir Februari

SELASA, 03 FEBRUARI 2015 | 09:47 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Brigjen Boy Rafli Amar belum lama menjabat sebagai Kapolda Banten, tapi kini kembali turun tangan mem-back up pelayanan informasi di Mabes Polri.
Selain sebelumnya pernah menjabat sebagai Kabid Penum Mabes Polri, Boy Rafli Amar juga dianggap mumpuni se­bagai Perwira yang cekatan di Kepolisian. Sebagai jubir, Boy juga dikenal sangat ramah dan dekat dengan wartawan.

"Saya diminta untuk mem­bantu atau back-up di bagian Humas sebagai Juru Bicara (Jubir) Mabes Polri karena kian meningkatnya intensitas dan kebutuhan pelayanan informasi di Mabes Polri," ujar Boy Rafli Amar saat dihubungi Rakyat Merdeka via telepon, kemarin.

Inilah wawancara lengkap dengan Boy Rafli Amar;

Inilah wawancara lengkap dengan Boy Rafli Amar;

Sudah berapa lama diper­bantukan di bagian Humas Mabes Polri?
Saya mendapat surat mandat dari Pak Wakapolri hampir seminggu ini. Masa tugas saya di dalam mandat itu hingga akhir Februari ini.

Apakah ini berkaitan dengan situasi konflik Polri-KPK?
Pada intinya, tugas pelayanan informasi di Mabes Polri sedang mengalami peningkatan yang membutuhkan orang, tenaga dan kemampuan memberikan informasi.

Tak bisa dipungkiri, situasi yang terjadi pada hari ini me­nyebabkan peningkatan infor­masi dan pelayanan informasi yang akurat, obyektif dari Mabes Polri ke Masyarakat.

Kepada siapa saja penu­gasan untuk back-up infor­masi dan pelayanan di Humas Mabes Polri diberikan?
Sejauh ini hanya kepada saya selaku Kapolda di Banten. Dan juga karena saya pernah bertugas di Humas Mabes Polri. Jadi tugas ini diberikan kepada saya sebagai Juru Bicara Mabes Polri.

Fokus tugas sebagai Jubir Mabes Polri mengurus apa saja sih?
Saya sebagai Jubir sudah ada pembagian tugas dengan Humas. Tidak ada fokus berlebihan, tetap sesuai aturan tugas sebagai Humas dan pelayanan informasi Mabes Polri.

Memang semua saling berkaitan, tidak bisa juga dilepaskan dari situasi yang ada. Pelayanan informasi yang saya sampaikan juga tak lepas dari kebutuhan yang ada.

Yang pasti, tugas saya sebagai Jubir untuk mem-back-up bi­dang Humas Mabes Polri. Tugas-tugasnya sudah ada. Saya men­jalankan tugas ini ya sesuai batas waktu yang ada, sampai akhir Februari ini.

Selanjutnya akan dilihat perkembangannya, apa diper­panjang atau tidak, tergantung pimpinan Mabes Polri. Saya siap saja menjalankan tugas-tugas yang diberikan kepada saya.

Bagaimana dengan tugas-tu­gas sebagai Kapolda Banten?
Saya kira tugas dan tanggung jawab saya sebagai Kapolda Banten tidak ada masalah. Sebab, di Polda Banten sudah terbangun sistem yang baik, dan juga personel yang oke.

Saya juga tidak setiap hari harus ke Mabes Polri, sehari-hari saya ke Polda Banten. Kalau ada pelayanan informasi Mabes Polri dan fungsi saya sebagai Juru Bicara yang membutuhkan kehadiran fisik, barulah saya ke Mabes atau ke lokasi yang diperlukan.

Apakah aktivitas sebagai Juru Bicara Mabes Polri cukup padat?
Justru karena banyak tugas yang sedang membutuhkan back-up, maka saya diminta oleh Wakapolri untuk melaku­kan back-up. Dalam satu hari, terkadang ada sampai empat atau lima titik yang memerlukan kehadiran fisik di lokasi.

Jadi ya berbagi tugas dengan Humas. Lagi pula, saya dalam menjalankan tanggung jawab ini masih bisa komunikasi per telepon, misalnya. Tidak setiap hari juga saya harus ke Mabes, kalau membutuhkan kehadiran fisik saja. Lagi pula jarak Mabes Polri ke Banten kan enggak jauh, jadi bisa mobile cepat.

Apa tenaga dan kemampuan Humas Mabes Polri yang sekarang kurang memadai? Memang tidak ada regen­erasi?
Regenerasi selalu ada. Kemampuan di Humas Mabes Polri juga mumpumi. Saya kira, saya diminta back-up ke sana (Humas) semata-mata karena memang lagi banyak tugas di sana. Saya dianggap bisa back-up dan tak mengganggu tugas serta tanggung jawab saya se­bagai Kapolda Banten.

Dengan double job itu, apa dapat tunjangan double?
He-he-he... Itu tidak ada. Semua sama saja, gaji dan tun­jangan sesuai dengan tingka­tan yang sudah ada. Tidak ada hubungan dengan gaji. Saya kira, ya saya diminta back-up, ya saya lakukan.

Apa double job ini masalah buat Anda?
Saya kira tidak masalah. Saya ditugaskan pimpinan, ya saya siap menjalankan. Tugas dan tanggung jawab saya di Polda Banten juga saya laksanakan. Sejauh ini tidak masalah kok.

Apa harapan Anda dengan konflik Polri versus KPK?
Indonesia ini negara hukum, dan komitmen Polri ya penegakan hukum. Biarlah semua diproses secara hukum yang sah dan berlaku. Yang obyektif dan menjunjung aturan hukum kita.

Saya kira semua harus dipros­es sesuai hukum yang berlaku. Kita ikuti saja semua proses hu­kum itu. Saya kira media massa mesti memberikan informasi yang obyektif. ***

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya