Berita

prabowo subianto dan joko widodo/net

Politik

TRAGEDI CALON KAPOLRI

Prabowo Dianggap Kunci Memuluskan Niat Jokowi di DPR

JUMAT, 30 JANUARI 2015 | 18:43 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

Terlalu dini jika ada yang memprediksi bahwa Koalisi Merah Putih (KMP) akan menjadi pendukung pemerintah. Apalagi sampai beranggapan Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan meninggalkan Koalisi Indonesia Hebat (KIH) untuk berpindah ke KMP.

"Analisis politik yang semacam itu saya kira terlalu dangkal," tegas Direktur Eksekutif Sinergi untuk Masyarakat Demokrasi, Said Salahuddin dalam pernyataannya, Jumat (30/1).

Ia berpendapat, justru pertemuan Jokowi dengan Prabowo Subianto kemarin (Kamis, 29/1) itu hanyalah pertemuan untuk kepentingan politik jangka pendek yang berbasis pada satu isu saja. Bukan pertemuan untuk membangun kerja sama politik yang bersifat permanen tapi fokus soal status Komisaris Jenderal Pol Budi Gunawan sebagai Kapolri terpilih.


"Jadi Jokowi ini sebetulnya ingin mengikuti masukan dari tim independen yang merekomendasikan agar presiden tidak melantik atau melantik tetapi kemudian memberhentikan BG sebagai Kapolri," jelasnya.

Hanya saja, Jokowi paham bahwa apapun pilihan yang akan diambilnya pasti bersentuhan dengan DPR. Sebab, UU Kepolisian menentukan pengangkatan dan pemberhentian Kapolri harus dengan persetujuan DPR.

"Nah, Jokowi sadar betul bahwa dia akan sulit untuk mendapatkan dukungan dari KIH di DPR, sebab PDIP yang menjadi motor dari koalisi itu justru menjadi pihak yang paling ngotot menjadikan BG sebagai Kapolri," ujarnya lagi.

Jokowi lantas mencari solusi alternatif dengan mengharapkan dukungan dari KMP yang notabene koalisi mayoritas di DPR. Makanya terjadi pertemuan antara Jokowi dengan Prabowo yang menjadi salah satu tokoh penting di KMP kemarin.

"Dari pertemuan tersebut tampaknya presiden mendapatkan komitmen dari KMP yang bersedia mengamankan sikap Presiden untuk membatalkan pelantikan ataupun memberhentikan BG sebagai Kapolri setelah lebih dahulu dilantik," tengarai Said.

Said menandaskan, jika KMP firm mengamankan sikap presiden di DPR nantinya, maka Jokowi tentu akan lebih mudah mengambil sikap terkait pembatalan pelantikan atau pemberhentian BG sebagai Kapolri.[wid]


Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Tak Ada Pintu Setop Perang Iran versus AS-Israel

Sabtu, 02 Mei 2026 | 04:02

Prabowo di Tengah Massa Buruh Tak Lagi Hadapi Kritik, tapi Terima Dukungan

Sabtu, 02 Mei 2026 | 04:00

Pertama Kali Presiden RI Dielu-elukan Buruh

Sabtu, 02 Mei 2026 | 03:28

Polri Apresiasi Massa Buruh Tertib

Sabtu, 02 Mei 2026 | 03:20

Perpres Ojol 92 Persen Bisa Picu Kenaikan Tarif

Sabtu, 02 Mei 2026 | 03:01

Jumhur Hidayat Jadi Menteri LH: Politik Merangkul untuk Mengendalikan

Sabtu, 02 Mei 2026 | 02:42

Waspada Gelombang Tinggi saat Libur Panjang Pekan Ini

Sabtu, 02 Mei 2026 | 02:19

Kaji Ulang Wacana Pemangkasan Jaminan Kesehatan Aceh

Sabtu, 02 Mei 2026 | 02:00

Perbedaan Lokasi May Day Tak Perlu Diperdebatkan

Sabtu, 02 Mei 2026 | 01:32

Perpina DKI Serukan Kepemimpinan Perempuan Berdaya

Sabtu, 02 Mei 2026 | 01:06

Selengkapnya