Berita

gerindra/net

Gerindra: Jangan Politisir Pertemuan Jokowi-Prabowo!

KAMIS, 29 JANUARI 2015 | 23:33 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Pertemuan Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto hanyalah silaturahmi biasa. Salah satu tujuannya, Prabowo ingin membalas kunjungan Jokowi yang pernah bertandang ke kediamannya di Kebayoran Baru beberapa waktu lalu sebelum Jokowi dilantik menjadi presiden.

"Ini silaturahmi biasa. Pak Prabowo tidak meminta tetapi diundang. Kalau soal waktu mengapa hari ini ya karena memang menyesuaikan waktu dengan Pak Presiden yang jadwalnya padat," kata Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Edhy Prabowo, dalam keterangan beberapa saat lalu (Kamis, 29/1/2015).

Karena itu, Edhy meminta kepada masyarakat agar tidak mengaitkan pertemuan tersebut dengan suasana politik yang belakangan tengah memanas. Sebagai warga negara biasa, Prabowo tentunya hadir jika diundang oleh kepala negara.


"Silakan saja kalau ada yang menilai pertemuan ini bagian dari manuver politik. Yang pasti, Pak Prabowo adalah pribadi yang selalu mengedepankan kepentingan negara dibanding urusan lainnya," tukas Ketua Komisi IV DPR ini.

Edhy sedikit memberi bocoran, salah satu yang disampaikan Prabowo kepada Jokowi adalah Tim Silat Indonesia berhasil menjadi juara umum dalam kejuaraan dunia di Phuket, Thailand, belum lama ini.

"Selain itu, Pak Prabowo juga melapor dirinya kembali terpilih sebagai Ketua Persekutuan Silat Antar Bangsa (Persilat)," imbuh Edhy.

Lantas, bagaimana sikap Gerindra menyoroti gaduhnya pemberitaan soal konflik yang melibatkan dua instritusi hukum yakni KPK dan Polri?

"Bola sekarang di tangan Presiden. Kami mendukung apapun keputusannya. Bagi kami Indonesia masih membutuhkan KPK dan Polri. Semoga Presiden dapat menyelesaikan persoalan ini dengan cermat," demikian pungkas Edhy. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Tak Ada Pintu Setop Perang Iran versus AS-Israel

Sabtu, 02 Mei 2026 | 04:02

Prabowo di Tengah Massa Buruh Tak Lagi Hadapi Kritik, tapi Terima Dukungan

Sabtu, 02 Mei 2026 | 04:00

Pertama Kali Presiden RI Dielu-elukan Buruh

Sabtu, 02 Mei 2026 | 03:28

Polri Apresiasi Massa Buruh Tertib

Sabtu, 02 Mei 2026 | 03:20

Perpres Ojol 92 Persen Bisa Picu Kenaikan Tarif

Sabtu, 02 Mei 2026 | 03:01

Jumhur Hidayat Jadi Menteri LH: Politik Merangkul untuk Mengendalikan

Sabtu, 02 Mei 2026 | 02:42

Waspada Gelombang Tinggi saat Libur Panjang Pekan Ini

Sabtu, 02 Mei 2026 | 02:19

Kaji Ulang Wacana Pemangkasan Jaminan Kesehatan Aceh

Sabtu, 02 Mei 2026 | 02:00

Perbedaan Lokasi May Day Tak Perlu Diperdebatkan

Sabtu, 02 Mei 2026 | 01:32

Perpina DKI Serukan Kepemimpinan Perempuan Berdaya

Sabtu, 02 Mei 2026 | 01:06

Selengkapnya