Berita

ilustrasi/net

Mafia Pangan Bisa Makin Berkibar

RABU, 28 JANUARI 2015 | 02:29 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Diduga kuat mafia pangan di Indonesia di era pemerintahan Jokowi-JK akan tetap berkeliaran. Sebab hingga kini Direktur Utama Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) Lenny Sugihat belum juga membersihkan sejumlah direksi yang bermasalah.

"Setelah ditunjuk oleh Meneg BUMN Rini Soemarno sebagai Dirut Bulog, Lenny Sugihat masih juga mempertahankan Direksi lama Bulog. Ini artinya mafia pangan bisa makin berkibar," kata Koordinator Aliansi Rakyat Relawan Indonesia (ARRI), Dadan Hamdani, dalam keterangan Selasa malam (27/1).

Dadan melanjutkan, Lenny Sugihat memiliki itikad baik untuk memajukan Perum Bulog, sejatinya harus ada pembersihan di tingkatan direksi atas dasar alasan bahwa laporan keuangan Perum Bulog yang terus merugi beberapa tahun belakangan ini.


"Kita boleh curiga bahwa ini bagian dari kerja-kerja mafia pangan. Mafia-mafia pangan itu justru menangguk keuntungan yang luar biasa. Mulai dari mafia beras, kedele, gula, dan daging. Kemungkinan besar masih mengendalikan para direksi-direksi Bulog," tutur Dadan.

Dengan demikian, sambung Dadan, ada suatu asumsi yang wajar, bila kerugian Perum Bulog sudah di-setting untuk terus merugi. Karena, kerugian Perum Bulog akan memberikan celah bagi mafia pangan untuk menguasai harga komoditi di pasaran, lantaran Perum Bulog tak mampu memenuhi kebutuhan pangan bagi masyarakat.

"Yang makin membuat kita miris adalah kemarin di DPR Lenny Sugihat Dirut Bulog yang baru, meminta penambahan modal pemerintah kepada DPR sebesar Rp 3 triliun. Itu sebetulnya gak akan membuat Bulog berkinerja lebih baik jika logikanya orang-orang dan SDM titipan mafia itu masih tetap langgeng bertengger di Bulog," tegas Dadan. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Tak Ada Pintu Setop Perang Iran versus AS-Israel

Sabtu, 02 Mei 2026 | 04:02

Prabowo di Tengah Massa Buruh Tak Lagi Hadapi Kritik, tapi Terima Dukungan

Sabtu, 02 Mei 2026 | 04:00

Pertama Kali Presiden RI Dielu-elukan Buruh

Sabtu, 02 Mei 2026 | 03:28

Polri Apresiasi Massa Buruh Tertib

Sabtu, 02 Mei 2026 | 03:20

Perpres Ojol 92 Persen Bisa Picu Kenaikan Tarif

Sabtu, 02 Mei 2026 | 03:01

Jumhur Hidayat Jadi Menteri LH: Politik Merangkul untuk Mengendalikan

Sabtu, 02 Mei 2026 | 02:42

Waspada Gelombang Tinggi saat Libur Panjang Pekan Ini

Sabtu, 02 Mei 2026 | 02:19

Kaji Ulang Wacana Pemangkasan Jaminan Kesehatan Aceh

Sabtu, 02 Mei 2026 | 02:00

Perbedaan Lokasi May Day Tak Perlu Diperdebatkan

Sabtu, 02 Mei 2026 | 01:32

Perpina DKI Serukan Kepemimpinan Perempuan Berdaya

Sabtu, 02 Mei 2026 | 01:06

Selengkapnya