Berita

Jenderal Gatot Nurmantyo

Wawancara

WAWANCARA

Jenderal Gatot Nurmantyo: Belum Ada Perintah dari Panglima TNI & Presiden Untuk Amankan Gedung KPK...

SELASA, 27 JANUARI 2015 | 10:00 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Gatot Nurmantyo menjelaskan, pihaknya belum menerima perintah dari Panglima TNI dan Presiden untuk mengamankan Gedung KPK.

"Saya tegaskan, di KPK tidak ada pengamanan," kata Gatot Nurmantyo di Mabes TNI AD, Jakarta, kemarin.

Sebelumnya beredar kabar, Ketua KPK Abraham Samad men­gontak Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko agar membantu mengamankan Gedung KPK.


Bahkan Deputi Pencegahan KPK Johan Budi SP yang dikon­firmasi juga membenarkan bah­wa pengamanan gedung di-back-up dari luar Polri.

Menanggapi hal itu, Gatot Nurmantyo membenarkan Ketua KPK menghubungi Panglima TNI. Tapi pihaknya belum men­erima perintah dari Panglima TNI dan Presiden sebagai Panglima Tertinggi untuk mengamankan Gedung KPK.

"Ketua KPK meminta kepada Panglima TNI, tapi belum ada perintah," katanya.

Inilah wawancara lengkap dengan KSAD;

Bagaimana koordinasi den­gan Panglima TNI?
Saya sebagai KSAD, apapun yang diperintahkan merupakan perintah tegak lurus. Selama belum ada perintah, maka saya belum bisa menggerak­kan pengamanan. Jadi saya tegaskan di KPK tidak ada pengamanan.

Sejauh ini belum ada per­intah dari Panglima TNI dan Presiden?
Sejauh ini saya menafsirkan tidak ada.

Bagaimana TNI menyika­pi perseteruan Polri dan KPK?
TNI memandang bahwa TNI harus siap di tempat seperti biasa. Kita selalu menyiaga­kan sepertiga kekuatan. Kita menunggu perintah apabila ada situasi-situasi emergency (daru­rat) yang melibatkan TNI.

Komentar Anda terkait perseteruan itu?
KPK dan Kepolisian adalah sama-sama aparatur negara, sehingga saya tidak boleh berko­mentar.

Apa tidak khawatir kisruh?
Tidak ada alasan kisruh. Tapi kalau kisruh, TNI mengamankan di sana, itu boleh saja.

Soal lain, apa saja yang sudah dilakukan TNI AD soal arahan Presiden untuk mensukseskan swasembada pangan?
Kita sudah melakukan pena­taran dan berkoordinasi dengan dinas-dinas terkait.

Targetnya berapa lama?
Target pencapaiannya tiga tahun.

Apa mungkin tercapai da­lam tiga tahun?
TNI Angkatan Darat saya te­gaskan tidak pernah mau gagal menjalankan tugas.

Apa ada anggaran khusus yang diposkan pemerintah untuk program tersebut?
Tidak ada, sampai saat ini TNI AD hanya diminta oleh Presiden untuk membantu Kementerian Pertanian un­tuk mewujudkan swasembada pangan.

Bagaimana Anda memas­tikan bahwa hal itu dapat terlaksana meski tanpa ang­garan?
TNI AD tidak perlu anggaran sebenarnya. Kita bersama-sama-sama masyarakat, kasih pelajaran, ikut motivasi, kan gitu supaya petani lebih ber­gairah.

Nanti kita lihat apa yang kurang, apa irigasi misalnya, kemudian kita sampaikan.

Daerah mana yang dipriori­taskan untuk program swasem­bada pangan?
Semua prioritas. Kita tidak bisa membuat satu prioritas, agar semua berkembang per­taniannya.

Tapi leader-nya adalah Kementerian Pertanian. Kami hanya melakukan pendampin­gan, memandu, bersama-sama rakyat. ***

Populer

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Prabowo Berpeluang Digeruduk Demo Besar Usai Lebaran

Rabu, 11 Maret 2026 | 06:46

Fahira Idris Dukung Pelarangan Medsos Buat Anak di Bawah 16 Tahun

Minggu, 08 Maret 2026 | 01:58

Golkar Berduka, Putri Akbar Tandjung Wafat

Rabu, 11 Maret 2026 | 15:27

UPDATE

Forum IPEM 2026 Momentum Penting Perkuat Diplomasi Energi

Kamis, 19 Maret 2026 | 00:08

Polres Metro Tangerang Kota Ungkap 14 Kasus Curas Sepanjang Ramadan

Rabu, 18 Maret 2026 | 23:45

Negara Bisa Menjadi Totaliter Lewat Teror dan Teknologi

Rabu, 18 Maret 2026 | 23:28

Pengungkapan Pelaku Teror Air Keras Bukti Ketegasan Prabowo

Rabu, 18 Maret 2026 | 23:10

YLBHI: Ada Pola Teror Berulang terhadap Aktivis hingga Jurnalis

Rabu, 18 Maret 2026 | 22:51

Observatorium Bosscha: Hilal 1 Syawal Tipis di Ufuk Barat

Rabu, 18 Maret 2026 | 22:32

TNI-Polri Harus Kompak Bongkar Teror Air Keras Aktivis KontraS

Rabu, 18 Maret 2026 | 22:10

Umat Hindu Semarang Gelar Tawur Agung Kesanga Sambut Nyepi Saka 1948

Rabu, 18 Maret 2026 | 21:56

YLBHI Minta Kasus Air Keras Andrie KontraS Disidang di Peradilan Umum

Rabu, 18 Maret 2026 | 21:40

Kinerja Cepat Polri Ungkap Kasus Penyiraman Air Keras Tuai Apresiasi

Rabu, 18 Maret 2026 | 21:11

Selengkapnya