Berita

budi karya/net

Budi Karya Dipercaya Bisa Bikin Perubahan Besar di Angkasa Pura II

SELASA, 27 JANUARI 2015 | 03:48 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

​RMOL. Sebagai orang lama di dunia konstruksi, Budi Karya, dipercaya bisa membawa perubahan besar bagi Angkara Pura II.

"Saat ini ada beberapa proses pembangunan perluasan landasan di Cengkareng. Di bawah kepemimpinan Budi Karya ini akan bisa diatasi, karena memang dia lama dikonstruksi," kata pengamat kebijakan publik Universitas Indonesia, Agus Pambagio, saat dihubungi wartawan (Senin, 26/1).
 
Terkait dengan pemberantasan calo, taksi gelap sampai tukang pulpen, Agus menyarankan agar Budi Karya bersinergi dengan dua wilayah yaitu Kabupaten dan Kota Tangerang yang selama ini menerima restribusinya.


"Ini kan tempat cari makan, akan sulit untuk diberantas. Kecuali Kabupaten dan Kota Tangerang itu menyediakan lapangan pekerjaan, jika tidak maka jangan salahkan jika banyak orang cari makan di Bandara," kata Agus.
 
Dari sisi perbaikan infrastruktur, Agus mengatakan ini akan mengalami perbaikan karena saat ini Dirutnya adalah orang yang tepat. Bersama dengan pejabat lainnya, maka Angkasa Pura akan mengalami perbaikan.
 
Agus pun mengimbau kepada Budi Karya untuk bersikap tegas meski berkantor di Jakarta dan harus mengelola Bandara Cengakreng dan Kualanamu. Selain tegas, ia juga harus taat pada aturan.

"Karena Bandara ini adalah pintu masuk negara, harus memimpin dengan baik dan penuh ketegasan, tidak menimbulkan gejolak, saya kira Budi Karya sudah paham itu,” tandasnya.
 
Budi Karya sendiri sebelumnya berjanji membereskan masalah-masalah klasik di bandara. AP II merupakan BUMN operator bandar di Indonesia bagian barat, salah satunya Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta).

Dalam jangka pendek, Budi berjanji menertibkan taksi gelap dan calo pada bandara yang berada di bawah pengelolaannya.

"Kami ingin berikan rasa aman pengunjung. Kami bicara rasa aman. Kami tertibkan taksi gelap dan calo di bandara," kata mantan Dirut Jakpro ini. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Tak Ada Pintu Setop Perang Iran versus AS-Israel

Sabtu, 02 Mei 2026 | 04:02

Prabowo di Tengah Massa Buruh Tak Lagi Hadapi Kritik, tapi Terima Dukungan

Sabtu, 02 Mei 2026 | 04:00

Pertama Kali Presiden RI Dielu-elukan Buruh

Sabtu, 02 Mei 2026 | 03:28

Polri Apresiasi Massa Buruh Tertib

Sabtu, 02 Mei 2026 | 03:20

Perpres Ojol 92 Persen Bisa Picu Kenaikan Tarif

Sabtu, 02 Mei 2026 | 03:01

Jumhur Hidayat Jadi Menteri LH: Politik Merangkul untuk Mengendalikan

Sabtu, 02 Mei 2026 | 02:42

Waspada Gelombang Tinggi saat Libur Panjang Pekan Ini

Sabtu, 02 Mei 2026 | 02:19

Kaji Ulang Wacana Pemangkasan Jaminan Kesehatan Aceh

Sabtu, 02 Mei 2026 | 02:00

Perbedaan Lokasi May Day Tak Perlu Diperdebatkan

Sabtu, 02 Mei 2026 | 01:32

Perpina DKI Serukan Kepemimpinan Perempuan Berdaya

Sabtu, 02 Mei 2026 | 01:06

Selengkapnya