Berita

indroyono/net

Menteri Indroyono Soesilo Berharap Jumlah Tenaga Ahli Indonesia di IAEA Bisa Ditingkatkan

JUMAT, 23 JANUARI 2015 | 11:21 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Program-program yang merupakan implementasi dari visi Presiden Joko Widodo, terutama untuk membawa Indonesia menuju Poros Maritim Dunia, tentu saja perlu didukung oleh ilmu pengetahuan, teknologi dan inovasi.

Demikian disampaikan Menteri Koordinator Kemaritiman, Indroyono Susilo, saat bertemu dengan Direktur International Atomic Energy Agency (IAEA), Yukiya Amano, di Jakarta pagi ini (Jumat, 23/1).

Dalam kesempatan ini, Indroyono oleh didampingi Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) Djarot Wisnubroto, Kepala Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) Jazi E. Istiyanto dan Duta Besar RI di Austria, Rachmat Budiman.


Dalam kesempatan ini juga, International Atomic Energy Agency (IAEA) dan Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) sepakat untuk meningkatkan kerjasama di bidang riset kelautan.

Yukiya memberikan apresiasi tinggi terhadap kemajuan teknologi nuklir dan aplikasinya di Indonesia. Sehingga pada peringatan HUT IAEA ke-50 pada tahun 2014 lalu, BATAN telah mendapatkan Penghargaan IAEA.

Untuk meningkatkan kerjasama antara IAEA dan Indonesia, telah dijajagi program program kerjasama di bidang riset oseanografi memanfaatkan tenaga nuklir yang akan melibatkan BATAN, IAEA, UNEP dengan dukungan Global Environmental Facility (GEF). Disamping itu, aplikasi pengawetan ikan dengan menggunakan tekonolgi radio isotop segera lebih dimasyarakatkan sehingga dapat meningkatkan nilai jual ikan-ikan produk Indonesia.

"Saat ini ada 10 ahli Indonesia yang bekerja di IAEA dalam jabatan Professional-4 (P-4), yaitu para inspektur tenaga nuklir. Kiranya jumlah tenaga ahli Indonesia yang bekerja di IAEA dapat di tingkatkan di masa depan," demikian Indroyono. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Tak Ada Pintu Setop Perang Iran versus AS-Israel

Sabtu, 02 Mei 2026 | 04:02

Prabowo di Tengah Massa Buruh Tak Lagi Hadapi Kritik, tapi Terima Dukungan

Sabtu, 02 Mei 2026 | 04:00

Pertama Kali Presiden RI Dielu-elukan Buruh

Sabtu, 02 Mei 2026 | 03:28

Polri Apresiasi Massa Buruh Tertib

Sabtu, 02 Mei 2026 | 03:20

Perpres Ojol 92 Persen Bisa Picu Kenaikan Tarif

Sabtu, 02 Mei 2026 | 03:01

Jumhur Hidayat Jadi Menteri LH: Politik Merangkul untuk Mengendalikan

Sabtu, 02 Mei 2026 | 02:42

Waspada Gelombang Tinggi saat Libur Panjang Pekan Ini

Sabtu, 02 Mei 2026 | 02:19

Kaji Ulang Wacana Pemangkasan Jaminan Kesehatan Aceh

Sabtu, 02 Mei 2026 | 02:00

Perbedaan Lokasi May Day Tak Perlu Diperdebatkan

Sabtu, 02 Mei 2026 | 01:32

Perpina DKI Serukan Kepemimpinan Perempuan Berdaya

Sabtu, 02 Mei 2026 | 01:06

Selengkapnya